oleh

Tawasul Kebangsaan, Upaya Pemkab Malang Rawat Memori Kolektif terhadap Bung Karno

-Kronik-248 kali dibaca

MALANG – Memperingati 120 tahun kelahiran Putra Sang Fajar, Bung Karno, Pemerintah Kabupaten Malang menggelar “Parade Wayang Kebangsaan” dalam rangkaian acara Tawasul Kebangsaan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa dan pengabdian Bung Karno semasa hidupnya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari menerangkan, Bung Karno sebagai tokoh Bangsa Indonesia semasa hidup dan pengabdiannya dicurahkan dan direalisasikan secara nyata dalam karya hidupnya sehari-hari.

“Mulai dari lahir sampai kundur, tokoh besar kita bukan hanya tokoh Indonesia tetapi tokoh Asia dan Afrika yaitu Haji Soekarno atau kita sebut dengan Bung Karno,” kata Sri Untari pada saat memberikan sambutan pembukaan acara Parade Wayang Kebangsaan, Sabtu (5/6/2021).

Memperingati hari lahir Putra Sang Fajar, Untari mengajak seluruh masyarakat untuk secara bersama-sama meneruskan api perjuangan Bung Karno dalam membangun negara dan bangsa, dalam karya hidup kita sehari-hari.

“Mari kita bangkitkan semangat membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menikmati Pancasila sebagai dasar negara kita, filosofi hidup berbangsa, bernegara, bermasyarakat, berkeluarga, dan beragama sesuai agamanya masing-masing,” tuturnya.

Sebagai generasi penerus perjuangan Bung Karno, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur itu mengajak seluruh elemen masyarakat, bersama-sama merawat memori-memori kolektif masyarakat Indonesia mengenai Bung Karno.

Bahwa NKRI telah dalam bentuk final, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara sudah final. Oleh karena itu, adalah menjadi tugas sebagai generasi penerus untuk menjaga nilai-nilai dan fondasi hidup berbangsa dan bernegara yang telah dicetuskan para founding fathers.

“Mari kita uri-uri semua tinggalan-tinggalan leluhur kita, ojo delok agamane tapi lihatlah apa yang diwariskan kepada kita. Karena leluhur kita dari dulu di dalam Kitab Sutasoma, Mpu Tantular sudah menuliskan itu. Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, berbeda-beda tetapi tetap satu pada saat di bumi Majapahit,” pungkas Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) tersebut.

Sementara itu, Bupati Malang H.M. Sanusi menuturkan sebagai generasi penerus bangsa, sudah sepatutnya meneladani dan meneruskan perjuangan Bung Karno dalam melanjutkan pembangunan bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

“Saya melihat Bung Karno, merupakan sosok lambang dan sumber inspirasi perjuangan seluruh bangsa Indonesia di seluruh pelosok negeri. Tokoh yang membangkitkan dan menyatukan bangsa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” terang Sanusi.

Dalam pandangannya, sosok Bung Karno merupakan pribadi yang religius, penuh totalitas, penuh semangat untuk mengabdi, dan bekerja tanpa pamrih semata-mata untuk kepentingan bangsa.

Melalui pengabdiannya, Bung Karno menjadi sosok yang tidak bisa dihapuskan peran dan kontribusinya yang besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Melalui kegiatan ini, dia berharap Bung Karno dapat abadi dalam pikiran dan tindakan segenap masyarakat Indonesia.

“Dengan nilai-nilai kebangsaan dan agama, jadilah manusia yang terbaik yang diajarkan oleh Rasulullah. Khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baiknya manusia itu yang terbaik bermanfaat kepada manusia lainnya, tanpa membeda-bedakan,” tutur bupati yang akrab disapa Abah Sanusi tersebut. (ace/pr)