MALANG – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Tantri Bararoh, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal progres pembangunan Alun-alun Kepanjen hingga terealisasi secara optimal.
Dorongan yang selama ini disuarakan Tantri mulai menunjukkan hasil. Rencana pembangunan ruang publik representatif tersebut kini memasuki tahap krusial dalam perencanaan anggaran tahun 2026.
Tantri mengungkapkan, lokasi pembangunan Alun-alun Kepanjen telah ditetapkan berada di sisi timur wilayah Kepanjen. Selain itu, penganggaran lanjutan proyek juga dipastikan akan masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.
“Sekarang sudah ditetapkan pembangunan Alun-alun Kepanjen berada di sebelah timur. Kabar terbaru, perencanaan anggarannya akan masuk dalam PAK bulan Agustus,” ujar Tantri, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, kepastian lokasi dan masuknya rencana anggaran tersebut menjadi indikator awal bahwa aspirasi masyarakat terkait kebutuhan ruang publik yang representatif mulai direspons oleh pemerintah daerah.
Sebagai pimpinan Komisi III yang membidangi pembangunan, Tantri menegaskan bahwa peran pengawasan DPRD tidak berhenti pada tahap perencanaan semata. Ia memastikan akan terus mengawal seluruh tahapan proyek agar berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.
“Kita patut bersyukur karena lokasi sudah ditetapkan dan proses anggarannya mulai berjalan. Ini langkah maju yang sangat dinanti masyarakat, khususnya di wilayah Malang Selatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tantri menekankan bahwa pembangunan Alun-alun Kepanjen bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya menghadirkan pusat aktivitas publik sekaligus pengungkit ekonomi kawasan.
Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang ini pun berkomitmen untuk terus mengawal proses tersebut, mulai dari pematangan desain, kemungkinan pembebasan lahan, hingga pelaksanaan konstruksi yang ditargetkan dapat terealisasi penuh pada 2027 mendatang.
“Meski sudah ada kepastian awal terkait lokasi dan anggaran, saya akan terus mengawal setiap tahapannya. Kita ingin memastikan Alun-alun Kepanjen tidak hanya menjadi taman biasa, tetapi benar-benar menjadi pusat ekonomi baru dan ruang terbuka hijau yang membanggakan,” tegasnya. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










