oleh

Tak Mau ke Panti Jompo, Bunda Ita Benahi Tempat Tinggal Mbah Jo

pdip-jatim-bunda-ita-di-rumah-mbah-joNGANJUK – Kehidupan Mbah Jo (Samijo), warga Desa Joho, Kecamatan Pace, Nganjuk, selama ini sangat memprihatinkan. Sehari-hari pria berusia 70 tahun tersebut tidur di bawah atap seng terbuka, di sebuah gubuk kecil berukuran 1×2 meter, bangunan yang jauh dari kata layak.

Kondisi memprihatinkan ini pun didengar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk Ita Triwibawati. Istri Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk Taufiqurrahman ini pun mengunjungi tempat tinggal Mbah Jo, pekan lalu.

Kabar yang didengar Ita tidak salah. Saat di ‘rumah’ Mbah Jo, dia melihat sendiri kondisi bangunan yang selama ini menaungi tubuh renta Mbah Jo dari panas dan hujan.

Di bawah lembaran seng itu juga jadi tempat Mbah Jo beristirahat di malam hari. Saat tidur pun, Mbah Jo kerap bertelanjang dada karena kekurangan pakaian. Makanan sehari-hari dia  peroleh dari belas kasihan tetangga dan perangkat desa setempat.

“Saat itu dia saya bujuk untuk mau pindah ke panti jompo, tapi tidak mau. Beliau memilih bertahan di tempat tersebut,” kata Bunda Ita, sapaan Ita Triwibawati, Jumat (11/11/2016).

Ketika itu, dia juga minta Mbah Jo bersedia diajak berobat ke rumah sakit. Sebab, dari informasi yang masuk, Mbah Jo juga menderita penyakit jantung dan liver.

Namun lagi-lagi Mbah Jo bersikeras tidak mau diajak berobat ke rumah sakit. “Memang perlu pelan-pelan dan bersabar untuk meyakinkan beliau,” sambungnya.

Oleh karena Mbah Jo tetap ingin bertahan di gubuknya, Ita yang datang bersama beberapa tim Dinas Kesehatan dan TKSK Nganjuk memilih untuk mengalah. Untuk sementara, pihaknya membenahi tempat tinggal Mbah Jo agar lebih layak ketimbang sebelumnya.

“Karena dia nggak mau kemana-mana. Insya Allah bantuan berikutnya kami datangkan secepatnya,“ ucap Bunda Ita.

Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Nganjuk mengapresiasi langkah Ita Triwibawati yang cepat merespons sekaligus menangani warga masyarakat yang sangat membutuhkan penanganan khusus.

“Kami sangat mendukung langkah cepat yang dilakukan Bu Ita, dalam hal menangani warga Nganjuk yang kurang beruntung,“ ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Nganjuk, Sunaryo. (endyk)