Kamis
23 Juli 2026 | 4 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tadarus Budaya Ponorogo, Satukan Tradisi dan Religi pada 15 Ramadan

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-16032025.

PONOROGO – Ribuan seniman reog tumpek blek di depan Paseban Alun-alun Ponorogo, Sabtu (15/3/2025) malam. Dari penjathil, bujang ganong, hingga pembarong. Mereka silih berganti menunjukkan penampilannya di hadapan ribuan masyarakat.

Tidak hanya tampil di depan Paseban Alun-alun saja, ribuan seniman dengan ratusan dadak merak itu juga tampil di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo sampai ke Pendopo Agung.

Penampilan mereka yang atraktif tersebut dalam rangka turut andil dalam “Tadarus Budaya”. Kegiatan ini rutin diadakan Pemkab Ponorogo di setiap bulan Ramadan.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengatakan, Tadarus Budaya selalu digelar bertepatan dengan 15 Ramadan. Sesuai namanya, “Tadarus Budaya” menyatukan unsur religi dan budaya.

Tak hanya menampilkan pentujukan reog, Tadarus Budaya juga menampilkan tausiyah keagamaan.

“Artinya, kita mencapai hari ke-15 puasa. Nggak sekadar budaya saja, kita padukan dengan religi. Sebuah kekuatan lembut yang maha dahsyat, yaitu santri dan budaya,” ujar Sugiri.

Sugiri menjelaskan, budaya dan religi bisa blended itu dinamakan tadarus. Tadarus maknanya membaca.

“Maka dengan tadarus budaya antara nasionalis yang disimbolkan reog dengan religius yang disimbolkan Ramadhan bisa blended. Bisa menyatu hingga jadi sesuatu yang Ponorogo banget,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sugiri mengungkapkan, bahwa bukan tanpa alasan, Tadarus Budaya juga sebagai upaya untuk membangun Ponorogo menjadi kota religi dan budaya dengan melibatkan banyak pihak.

“Menjadi modal kami ke depan, kapanpun bahwa warisan dua hal itu menjadi andalan. Kita menggerakkan semua unsur agar pembangunan adalah partisipatif masyarakat. Reog menjadi simbol pemersatu dan kebersamaan,” terangnya.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, gelaran tadarus budaya juga diikuti oleh seniman dari luar Ponorogo, seperti Jogja, Surabaya, Pacitan, Madiun, Nganjuk, Trenggalek, Blora, Solo, dan Semarang. Ia juga mengaku, kegiatan tersebut tidak menggunakan dana dari APBD.

“Saya haturkan terima kasih atas sumbangsihnya tanpa sangu satu rupiah pun. Mereka suka rela dan supaya jadi gotong royong,” tandas Sugiri. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Perampingan OPD, DPRD Magetan Ingatkan Pemkab untuk Belajar dari Kesalahan Masa Lalu

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan memberikan sinyal positif terhadap rencana ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Gandeng Dekopinda Rumuskan Program Agar Anak Muda Tertarik Berkoperasi

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menggandeng Dekopinda Kabupaten Kediri untuk merumuskan program yang mampu ...
LEGISLATIF

Ketua DPRD Surabaya: Banpol untuk Perkuat Pendidikan Demokrasi

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri menegaskan bantuan keuangan partai politik (banpol) merupakan ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Dorong Penguatan Perlindungan Anak, Kekerasan Harus Jadi Prioritas Penanganan

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana mendorong penguatan kebijakan perlindungan ...
UMKM

Bupati Yani Resmikan Sentra IKM Logam Gresik, Jadi Pusat Produksi Bersama dan Magang SMK

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik resmi mengoperasikan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam ...
KRONIK

Tinjau SR, Bupati Lukman Tegaskan Komitmen Pemerintah Hadirkan Pendidikan Berkualitas

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, bersama tim Balai Besar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meninjau lokasi ...