SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan bahwa pengelolaan sampah menjadi sumber energi listrik yang bekerjasama dengan pihak swasta dinilai efektif dalam menangani kebutuhan energi dan juga permasalahan sampah di Kota Surabaya.
Hal tersebut dia sampaikan saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan pada kunjungannya di TPA Benowo, Selasa (7/1/2025).
Pada kesempatan itu Eri juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan Pemkot Surabaya senada dengan yang disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus berbasis teknologi dan bukan lagi open dumping.
“Satu-satunya di Indonesia dan teknologinya sama seperti yang ada di Singapura, dan oleh pak Menko diharapkan hal ini bisa diterapkan di seluruh wilayah di Indonesia. Sehingga permasalahan sampah bisa diatasi,” sebutnya.
Fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di TPA Benowo yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada tahun 2021 lalu tersebut mampu menghasilkan listrik dan dapat berperan dalam mengurangi dampak potensi limbah. Dimana jumlah sampah harian yang dapat dikelola dapat mencapai 1.600 ton.
“Dulu sampah Surabaya 1.300 ton, saya jadi wali kota pertama menjabat sudah menjadi 1.400 ton, pas pelelangan (perusahaan atau pihak ketiga) masih 1.000 ton, penduduk Surabaya 2,8 juta, sekarang jadi 3,2 juta penduduk,” ungkap Eri.
Namun Pemkot Surabaya menargetkan jumlah sampah tidak lagi mencapat 1.600 ton per hari, tapi dapat ditekan turun menjadi 1.400 ton tiap harinya dengan cara menerapkan pemilahan sampah dimulai dari rumah masing-masing.
“Saya berharap sampah penduduk bisa berkurang ya. Memilah dari awal. Sekarang di setiap RW udah ada pemilahan dari rumah. Target kita enggak 1.600 lagi. Jadi 1.400 itu yang kita lakukan hari ini,” harap politisi PDI Perjuangan tersebut. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










