Senin
15 Juni 2026 | 10 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sri Untari: NU dan Kaum Nasionalis Adalah Takdir Sejarah

pdip-jatim-untari-pelatihan-saksi

MALANG – Lagu “YaaLal Wathan” menggema, memenuhi aula pertemuan gedung MWC NU Kecamatan Tumpang, Malang, Minggu (10/3/2019). Lagu mars kebanggaan kaum nahdliyyin ini mengawali serangkaian acara peringatan Hari Lahir ke-93 NU.

Hadir dalam perayaan itu tokoh-tokoh NU Kecamatan Tumpang, tokoh masyarakat dan para pelajar IPNU-IPPNU. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Sri Untari yang turut hadir sebagai undangan memberikan apresiasi yang tinggi.

“NU adalah sahabat kaum nasionalis. NU lahir dari bumi Indonesia mengabarkan Islam rahmatan lil’alamin,” ujar Sri Untari di kantor MWC NU Tumpang, Malang,

Sri Untari menambahkan, dengan prinsip-prinsip moderasinya, NU telah mampu memancarkan cahaya Islam untuk mengasihi pada sesama.

Bisa kita lihat, lanjutnya, tokoh-tokoh NU tidak pernah melakukan hal-hal yang bisa mengancam keharmonisan kita sebagai satu bangsa.a

“Perjuangan NU untuk NKRI itu sudah jelas dan sudah terbukti. Sejak sebelum kemerdekaan, para tokoh menjadi garda depan dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Coba kita tengok lagi catatan sejarah tentang Resolusi Jihad Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari,” jelas Sri Untari yang mencalonkan kembali menjadi anggota legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur dari Dapil Malang Raya ini.

Jalan panjang dan jerih payah para tokoh NU memperjuangkan dan mempertahankan keutuhan NKRI sudah seyogianya memberikan hasil yang bisa dinikmati oleh kader-kader NU.

Tidak heran, sebut Untari, kalau hari ini kader-kader NU menempati pos-pos strategis dalam pemerintahan.

Karena itu, lanjut dia, peringatan Harlah ke-93 NU bukan sekadar perayaan seremonial. Akan tetapi sebagai momentum merefleksikan perjuangan NU dalam kebersamaan.

Harapannya, kader-kader NU khususnya, dan masyarakat Tumpang umumnya tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham radikal.

“Kalau kata Bung Karno jasmerah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kaum nahdliyyin dan kaum nasionalis, mau tidak mau harus tetap bergandeng tangan menjaga NKRI dari rongrongan pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila,” urai Sri Untari.

Kandidat doktor di Universitas Brawijaya ini juga menjelaskan, kalau para santri NU sampai hari ini begitu kokoh menjaga NKRI, itu semata-mata karena mereka memegang prinsip-prinsip moderasi untuk menyemai keaswajaannya.

“Mungkin sudah takdir sejarah, NU dan kaum Nasionalis harus bahu-membahu menjaga keutuhan NKRI. Kita sudah bersepakat NKRI itu harga mati,” tuturnya. (S3T)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Wahyu Prayudi Soroti Keterlambatan Gaji ke-13 Pekerja Puskesmas di Jember

Anggota Komisi D DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho mendesak Pemkab Jember segera menuntaskan pembayaran gaji ke-13 ...
LEGISLATIF

Hendrad Subiyakto Serap Aspirasi Warga Kawedanan, Nguntoronadi dan Takeran

MAGETAN – Jeda masa persidangan (reses) ke IV DPRD Magetan tahun 2026 dimanfaatkan anggota Fraksi PDI Perjuangan, ...
KABAR CABANG

Megawati Bagikan Bibit Sukun dan Alpukat, Dorong Gerakan Ketahanan Pangan dari Daerah

BLITAR – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyerahkan bibit pohon pule, sukun, dan alpukat kepada ...
KRONIK

Renovasi Istana Gebang Selesai, Apa Yang Baru?

KOTA BLITAR – Renovasi Istana Gebang, rumah masa kecil dan remaja Bung Karno di Jalan Sultan Agung, Kota Blitar ...
KRONIK

Soekanro Fun Run 2026, Hosnan: Hidupkan Semangat Bulan Bung Karno dan Ekonomi Rakyat

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Sumenep mengapresiasi pelaksanaan Soekarno Fun Run 2026 yang digelar DPD KNPI Sumenep ...
KRONIK

Resmikan Istana Gebang, Megawati Ajak Generasi Muda Memahami Sejarah Perjuangan Bangsa

Megawati Soekarnoputri meresmikan hasil renovasi Istana Gebang di Kota Blitar. Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PDI ...