Jumat
18 September 2026 | 6 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Ristu Tekankan Gotong Royong dan Waspada Radikalisme

pdip-jatim-220227-ristu-wawasan-kebangsaan

MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Ristu Nugroho menekankan pentingnya gotong royong dan kebersamaan dalam kehidupan sehari hari.

Di depan seratusan masyarakat di Kecamatan Balerejo Sabtu (26/2/2022) malam lalu, dia mengatakan, dengan gotong royong, segala sesuatu yang awalnya berat pasti akan menjadi ringan karena dikerjakan secara bersama sama, misalnya kerja bakti di lingkungan.

“Kalau kita kerjakan sendiri pastinya awang-awangen karena banyaknya rumput atau kotoran yang ada di sekitar, tapi kalau kita mengerjakannya secara bersama sama (Gotong royong) semua nggak terasa menjadi ringan,” ujar Ristu Nugroho.

Pesan itu dia sampaikan, di acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Sasana Krida Mulya, Desa Babadan Lor, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Selain sosialisasi, kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta dari Kecamatan Balerejo ini sekaligus menjadi media silaturahmi antara Mbah Tu, sapaan akrab Ristu Nugroho, dengan masyarakat.

Legislator Banteng ini menambahkan, gotong royong juga semestinya dilakukan dalam hal pekerjaan-pekerjaan yang menyangkut desa. Pasalnya, di dalam memajukan desa, seorang kepala desa (Kades) tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa ada dukungan dari masyarakatnya.

“Makanya, dengan mengedepankan gotong royong antara pemerintah desa, masyarakat, serta seluruh elemen yang ada di desa untuk mewujudkan kemajuan desa ke depannya akan terasa ringan,” jelasnya.

Sementara itu Prof Dr. Pardji, M.Pd yang menjadi narasumber sosialisasi wawasan kebangsaan berpesan agar masyarakat harus selalu waspada dan hati-hati terhadap paham radikalisme.

Menurut dosen Unipma ini, teroris sekarang masuk dari berbagai lapisan masyarakat, tidak cuma masyarakat bawah, orang orang yang terpelajar pun sekarang dengan mudah dirasuki.

Bahkan, sebutnya, Densus 88 telah mengindikasi beberapa kampus di Indonesia, mahasiswanya sudah ada yang terpapar paham radikalisme.

“Kampus yang tempatnya orang-orang pintar, orang-orang terpelajar saja masih dengan mudah dirasuki oleh paham radikalisme, apalagi masyarakat yang ada di bawah. Karenanya harus extra hati-hati terutama di lingkungan sekitar. Bahkan untuk saat ini paham radikalisme dengan sangat mudah kita dapatkan dari internet, pastinya ini akan sangat membahayakan kalau tidak segera kita tanggulangi secara bersama-sama,” bebernya.

Lebih lanjut, Pardji mewanti-wanti kepada seluruh masyarakat khususnya di Madiun agar selalu waspada dan hati-hati terutama kepada pendatang yang kehidupan sosial bermasyarakatnya sangat tertutup, apalagi yang mempunyai paham berbeda.

“Paham radikalisme merupakan paham yang berpotensi memecah belah bangsa, paham yang membahayakan keutuhan NKRI, makanya mari kita jaga bersama-sama bangsa Indonesia ini supaya tidak mudah terpecah belah oleh propaganda atau provokasi yang menyesatkan,” pesan Pardji. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

P-APBD 2026 Kabupaten Malang Disepakati, Sanusi Tekankan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang bersama DPRD Kabupaten Malang menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...
KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...