Selasa
11 Agustus 2026 | 5 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Siswi SMA Curhat Unas ke Jokowi

Jokowi - Siswi SMA Curhat

Jokowi - Siswi SMA CurhatSURABAYA – Kedatangan Capres PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi), “disambut” curhatan Nurmillaty Abadiah, siswi Kelas III SMA Siti Khadijah Surabaya tentang Ujian Nasional. Nurmillaty yang pernah mengirimkan surat terbuka kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh ini, meminta kepada Jokowi untuk segera memperbaiki sistem pendidikan khususnya ujian nasional.

Nurmillaty curhat kepada Jokowi kalau soal ujian  nasional tingkat SMA diluar kemampuan siswa, persoalan lainnya adalah soal ujian nasional baru disosialisasikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan setelah ujian nasional berlangsung. Dan yang lebih memprihatinkan, ujian nasional masih sarat dengan kecurangan.

“Lewat Pak Jokowi, saya berharap pemerintahan mendatang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan harus lebih memperhatikan keluhan siswa, terutama soal ujian nasional. Bila perlu, ujian nasional dihapuskan saja,” ujar Nurmillaty di hadapan Jokowi, Sabtu (3/5/2014).

Menanggapi curhat ini, Jokowi mengakui kalau ada yang salah dalam sistem pendidikan di Indonesia. Menurutnya, dengan sistem ujian nasional sebagai salah satu parameter kelulusan, akan membuat sekolah menghalalkan segala cara meraih target kelulusan. Akibatnya, banyak sekolah yang berbuat curang untuk memenuhi target kelulusan.

“Selama saya menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, saya tidak pernah mentargetkan kelulusan kepada sekolah. Bagi saya, roh pendidikan adala kejujuran. Sekolah adalah tempat pendidikan budi pekerti dan akhlak siswa,” ujar Jokowi di sela pertemuannya dengan Khofifah di Surabaya.

Jokowi mengatakan, ujian nasional seharusnya hanya menjadi pemetaan saja, bukan sebagai penentu kelulusan. Menurutnya, yang paling penting dalam pendidikan adalah karakter anak harus diasah berdasarkan budaya Indonesia.

Jokowi menjelaskan, kalau saat ini kecenderungan di sebagian besar sekolah mulai melupakan Pancasila dan sejarah. Selama ini sekolah hanya lebih mementingkan pada sisi akademis saja. (ovi)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...