Kamis
20 Agustus 2026 | 7 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Siswi SMA Curhat Unas ke Jokowi

Jokowi - Siswi SMA Curhat

Jokowi - Siswi SMA CurhatSURABAYA – Kedatangan Capres PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi), “disambut” curhatan Nurmillaty Abadiah, siswi Kelas III SMA Siti Khadijah Surabaya tentang Ujian Nasional. Nurmillaty yang pernah mengirimkan surat terbuka kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh ini, meminta kepada Jokowi untuk segera memperbaiki sistem pendidikan khususnya ujian nasional.

Nurmillaty curhat kepada Jokowi kalau soal ujian  nasional tingkat SMA diluar kemampuan siswa, persoalan lainnya adalah soal ujian nasional baru disosialisasikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan setelah ujian nasional berlangsung. Dan yang lebih memprihatinkan, ujian nasional masih sarat dengan kecurangan.

“Lewat Pak Jokowi, saya berharap pemerintahan mendatang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan harus lebih memperhatikan keluhan siswa, terutama soal ujian nasional. Bila perlu, ujian nasional dihapuskan saja,” ujar Nurmillaty di hadapan Jokowi, Sabtu (3/5/2014).

Menanggapi curhat ini, Jokowi mengakui kalau ada yang salah dalam sistem pendidikan di Indonesia. Menurutnya, dengan sistem ujian nasional sebagai salah satu parameter kelulusan, akan membuat sekolah menghalalkan segala cara meraih target kelulusan. Akibatnya, banyak sekolah yang berbuat curang untuk memenuhi target kelulusan.

“Selama saya menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, saya tidak pernah mentargetkan kelulusan kepada sekolah. Bagi saya, roh pendidikan adala kejujuran. Sekolah adalah tempat pendidikan budi pekerti dan akhlak siswa,” ujar Jokowi di sela pertemuannya dengan Khofifah di Surabaya.

Jokowi mengatakan, ujian nasional seharusnya hanya menjadi pemetaan saja, bukan sebagai penentu kelulusan. Menurutnya, yang paling penting dalam pendidikan adalah karakter anak harus diasah berdasarkan budaya Indonesia.

Jokowi menjelaskan, kalau saat ini kecenderungan di sebagian besar sekolah mulai melupakan Pancasila dan sejarah. Selama ini sekolah hanya lebih mementingkan pada sisi akademis saja. (ovi)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Jember Tolak Tanggung Jawab atas Utang Rp786 Miliar

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menolak ikut bertanggung jawab atas rencana pinjaman daerah Rp786,573 ...
SEMENTARA ITU...

Kurangi Ketergantungan Impor, Trenggalek Mulai Kembangkan Bawang Putih

Trenggalek mulai mengembangkan bawang putih di Kecamatan Pule untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus ...
HEADLINE

Banteng Jatim Pesta 6 Gol, Lolos Semifinal Soekarno Cup dan Bidik Juara Lagi

SURABAYA – Banteng Jawa Timur (Jatim) tampil menggila di babak perempat final Soekarno Cup 2026. Bermain di Stadion ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Desak Pemkab Benahi Perizinan Aset Daerah Usai Polemik Izin Alun-Alun

MAGETAN — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito: Toleransi Beragama di Sekolah Harus Diteruskan Antar Generasi

Mas Dhito berpesan agar semangat toleransi antarumat beragama di sekolah terus dijaga dan diwariskan kepada ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Dorong Pergub Dipercepat agar Perda Tak Mandek di Aturan

SURABAYA – DPRD Jawa Timur menekankan pentingnya percepatan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai aturan ...