Selasa
11 Agustus 2026 | 6 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Siapkan Program Strategis untuk Kedaulatan Pangan

Wujudkan Kedaulatan Pangan

Wujudkan Kedaulatan PanganMASALAH kedaulatan pangan menjadi salah satu prioritas yang akan dibenahi ketika PDI Perjuangan dipercaya memimpin republik ini. Hal itu diungkapkan Ketua DPP PDI Perjuangan Arif Budimanta, usai konferensi pers di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kemarin.

“Program-program strategisnya adalah pembentukan bank petani, pembangunan infrastruktur pertanian terpadu, penguatan kelembagaan petani kecil,” kata Arif Budimanta.

Selama menjelaskan soal platform ekonomi PDI Perjuangan itu, Arif juga menyebutkan pembatasan alih guna tanah subur untuk kegiatan non-pertanian, dan pengembangan lahan pertanian baru di luar Jawa dan Bali. Berbagai program tersebut, menurut dia, akan sangat membantu petani menghadapi kebijakan World Trade Organization (WTO), yang mengharuskan anggotanya memangkas kepabeanan impor pangan.

“Kebijakan WTO itu, praktis membuat bahan makanan impor semakin membanjiri pasar Indonesia. Jadi, kita harus memperkuat sektor kedaulatan pangan,” tegasnya.

PDI Perjuangan, tambah Arif, juga berencana mengurangi subsidi minyak dan gas (Migas), yang di APBN 2014 ini jumlahnya membengkak hingga mencapai Rp 210,7 triliun. Pengurangan subsidi itu dilakukan dengan menggunakan sejumlah cara, di antaranya lewat transformasi BBM berbasis fosil ke BBM terbarukan.

Dia menegaskan, jika PDI Perjuangan menang, maka Indonesia akan mampu terbebas dari ketergantungan akan bahan bakar berbasis fosil, seperti minyak bumi dan batu bara. Ia menilai riset-riset soal bahan bakar terbarukan harus didukung sepenuhnya. Subsidi untuk energi, kata dia seharusnya bisa dialihkan untuk riset bahan bakar terbarukan.

“Kalau kita berhasil menerapkan bauran kebijakan energi untuk lima tahun kedepan, maka kita akan meninggalkan konsumsi BBM fosil,” ujarnya.

Pemerintah juga akan meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat, sehingga subsidi BBM perlahan bisa dikurangi. Saat ditanya mengapa selama ini pemerintah tidak melakukan hal itu, Arif menilai rentang birokrasi BBM yang panjang dan tidak efisien, membuat banyak kebocoran di sejumlah titik, sehingga uang yang dikeluarkan pemerintah menjadi tidak efektif. (pri/*)

sumber foto: spi

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...