Siap Hattrick Menang Pemilu 2024, PDI Perjuangan Jember Terapkan Komandante Stelsel

 92 pembaca

JEMBER – Dalam rangka menyiapkan strategi pemenangan pada Pemilu 2024 mendatang, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember menggelar rapat konsolidasi internal di kantor DPC setempat, Selasa (13/9/2022) malam. Selain pengurus DPC, hadir dalam rapat tersebut KSB PAC, KSB Badan, Sayap, serta Komunitas Juang Partai.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Arif Wibowo, mengatakan, PDI Perjuangan Kabupaten Jember sepakat untuk menerapkan sistem Komandante Stelsel untuk memenuhi target kemenangan dalam Pemilu 2024.

Menurut Arief, sistem Komandante Stalsel sendiri merupakan hasil dari perenungan pikir atas apa yang diajarkan Bung Karno, bahwa perjuangan harus terstruktur dan terkoordinir dengan baik.

“Sistem Komandante Stalsel adalah konsep gerakan yang mengedepankan rasa gotong-royong sesuai ajaran Bung Karno. Bergerak lebih disiplin dalam satu rampak barisan, pasukan yang sukses merawat yang patah,” ungkapnya.

Sebab itu, Wasekjen DPP PDI Perjuangan tersebut menekankan kepada kader-kader Banteng, khususnya di Kabupaten Jember, untuk menjalankan sistem Komandante Stelsel ini dengan baik dan penuh rasa tanggung jawan dari seluruh elemen Partai.

“Prinsip Komandante Stelsel ini adalah gotong-royong, dan semua kader wajib menjalankan sistem ini dengan penuh rasa tanggung jawab, dan yang terpenting kerja sama seluruh elemen Partai menjadi penting demi terwujudnya kemenangan Pemilu 2024,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa alasan penggunaan strategi ini adalah masih banyaknya bakal calon legislatif (bacaleg) yang masih terbawa arus elektoral berbasis individualisme. Menurutnya, Partai harus memiliki metode tersendiri yang lebih relevan dengan perkembangan zaman dan harus mengikuti ajaran Bung Karno.

“Maka dari itu, kawan-kawan khususnya yang nanti akan menjadi bacaleg dari PDI Perjuangan harus memahami sistem pemenangan Pemilu ini untuk menciptakan kemenangan bagi PDI Perjuangan, baik di pusat maupun daerah. Jangan lagi ada yang berjuang sendiri-sendiri. Semua harus satu tujuan dan gotong-royong,” pungkasnya. (ryo/set)

Tinggalkan Balasan