Senin
10 Agustus 2026 | 2 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Seperti Megawati dan Puan, Santri Putri bisa Jadi Pemimpin Nasional

pdip-jatim-puan-kerudung

JAKARTA – Ketua Umum Pagar Nusa, pencak silat tertua milik Nahdlatul Ulama (NU) Muchamad Nabil Haroen mengatakan, PDI Perjuangan sebagai satu-satunya partai yang berhasil mencatat sejarah menjadikan perempuan sebagai pemimpin bangsa.

Hal ini ditegaskan Gus Nabil, sapaan akrab Nabil Haroen, pada acara Silaturahmi PDI Perjuangan dengan Santri Al Tsaqafah di Ponpes Al Tsaqasah di Jalan M Kahfi I, Jagakarsa  Selasa malam (8/9/2019).

Pada acara ini hadir Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Pengasuh Pesantren Al Tsaqafah KH Said Aqil Siroj, pengurus PBNU dan sejumlah fungsionaris PDIP dari berbagai daerah. Hadir juga anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Nasyirul Falah dan Paryono.

Acara ini dihadiri ratusan santri dan santriwati Al Tsaqafah. Animo mereka sangat besar untuk menghadiri acara ini.

“PDI Perjuangan  telah mencatat sejarah memperjuangkan seorang perempuan menjadikan presiden untuk pertama kali yaitu Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Gus Nabil yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Tak hanya sukses menjadikan Megawati menjadi presiden, Gus Nabil juga menyebut PDI Perjuangan sebagai partai yang berhasil memecahkan telur di Senayan untuk pertama kali dengan menjadikan kembali politisi perempuan terbaiknya, Puan Maharani sebagai Ketua DPR.

“PDI Perjuangan kembali mencatat sejarah sukses menjadikan Mbak Puan menjadi orang nomor satu yang memimpin DPR,” katanya.

Gus Nabil kemudian menanyakan kembali nama Ketua DPR  kepada para santri. Dengan serempak mereka menjawab “Mbak Puan Maharani”.

Melihat sejarah yang diukir PDI Perjuangan tersebut  Gus Nabil mengajak para santri, khususnya santri perempuan untuk tidak perlu  khawatir lagi  menjadi pemimpin masa depan.

“Ibu Megawati dan Mbak Puan sebagai bukti kalau kaum perempuan bisa menjadi pemimpin. Jadi para santri putri jangan berhenti bermimpi untuk menjadi presiden maupun Ketua DPR RI,” ujarnya.

Dia menceritakan pengalamannya sebagai nahdliyin yang menjadi anggota DPR dari PDIP. Gus Nabil mengatakan, partai pemenang Pemilu tersebut bukanlah parpol anti-Islam.

Menurutnya, di PDIP ada banyak politisi religius. “Saya juga merasakan betul-betul bahwa PDI Perjuangan adalah seperti dikatakan KH Said Aqil, umat yang moderat. Nasionalis religius atau soekarnois nahdiyin,” ujarnya.

Karena itu Gus Nabil merasa heran apabila ada yang menuduh PDIP sebagai partai anti-Islam. Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri itu menyebut tuduhan soal PDIP anti-Islam merupakan fitnah.

“Sudah jelas tidak boleh ada lagi yang menuduh PDI Perjuangan anti-Islam. Yang bilang seperti itu maka siap berhadapan dengan saya,” tegasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Terima Aspirasi Masyarakat, PDIP Jember Tegas Tolak Rencana Hutang Rp786 Miliar

JEMBER – Aksi penolakan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember meminjam Rp786 miliar melalui skema Lembaga ...
LEGISLATIF

Abdul Qodir Realisasikan Pokir 2026 untuk Bedah Rumah Warga di Malang

MALANG – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir, merealisasikan anggaran Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Blitar Sisakan 4 Kecamatan, Konsolidasi Ditargetkan Tuntas Sebelum 17 Agustus

BLITAR – Konsolidasi PDI Perjuangan Kabupaten Blitar memasuki tahap akhir. Dari seluruh wilayah yang ditargetkan, ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sumenep Gelar Rakorcab, Siap Gelar Musran-Musanran Serentak

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Sumenep menggelar rapat koordinasi cabang (Rakorcab) menjelang pelaksanaan Musyawarah ...
KRONIK

Usung Semangat “Satu Hati, Satu Arah”, Banteng Papua Raya Siap Memberi Kejutan

SURABAYA – Perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh tim Papua Raya demi berpartisipasi dalam Soekarno Cup 2026. Skuad ...
KRONIK

Persiapan Tiga Bulan, Banteng Istimewa Yogyakarta Siap Rebut Piala Soekarno Cup

SURABAYA – Tim Banteng Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) datang ke Surabaya sebagai kontingen perdana dengan rasa ...