Jumat
25 September 2026 | 6 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sepakat Tak Ada Kisi-kisi Debat, PDIP: Kalau Temanya Terorisme, Jangan Bicara Pangan

pdip-jatim-hasto-sekjen-parpol-wawancara2

JAKARTA – KPU mewacanakan tak akan lagi memberikan kisi-kisi dalam debat lanjutan Capres 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin tak mempermasalahkan hal ini.

“Tema debat itu sendiri kan pada dasarnya sebagai sebuah pengerucutan kisi-kisi itu,” ucap Hasto Kristiyanto, Sekretaris TKNl Jokowi-Ma’ruf di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Meski demikian, Hasto tak menampik tetap ada persiapan debat nanti. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk tanggung jawab untuk mengikuti tahapan dengan sebaik-baiknya.

“Justru dalam rangka persiapan itu, kami menegaskan tema debat itu sudah menjadi bagian dari kisi-kisi itu sendiri. Sehingga kalau temanya terorisme, jangan bicara pangan, ketika tema HAM jangan bicara air,” jelasnya.

Sedang Direktur Program TKN Aria Bima mengatakan, pihaknya ingin agar debat Pilpres 2019 berikutnya berlangsung lebih dinamis.

Dia minta teknis debat tak dibuat terlalu kaku seperti debat pertama yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). “Saya enggak pingin yang rigid (kaku) gitu lho ya,” ujar Bima saat di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (21/1/2019).

Ia mengatakan, porsi waktu yang diberikan kepada masing-masing kandidat juga tak mencukupi untuk menjawab pertanyaan dari panelis, sehingga kurang memberikan kesempatan untuk menjawab secara utuh.

Bima mengatakan, ke depannya sebaiknya KPU mendesain agar masing-masing kandidat diberi waktu 10-15 menit dalam menjawab pertanyaan. Namun jika ada satu kandidat yang waktu menjawabnya tak sampai 10 menit maka bisa diberikan kepada kandidat yang lain.

Selain itu, ia mengharapkan peran panelis yang lebih aktif dalam menggali jawaban yang disampaikan kandidat sehingga gambaran mengenai visi-misi mereka terkait tema debat lebih tergambar.

“Sehingga enggak kayak peraturan lalu lintas (lampu) merah, hijau, kuning, malah kaku. Jadi supaya lebih hidup itu,” lanjut politisi PDI Perjuangan itu. Apapun yang diputuskan KPU, pihaknya akan tetap menyiarkan program paslon nomor urut 01 itu. “Apapun mekanisme yang diputuskan KPU, tujuan kami menggunakan itu untuk menyampaikan. Supaya rakyat itu melek siapa pemimpin yang akan dipilih,” kata Aria. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...
LEGISLATIF

Banggar DPRD Magetan Alihkan Dana Beli Mobil PKK Rp 498,8 Juta untuk Proyek Jalan Bendo–Belotan

MAGETAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan untuk membelikan kendaraan dinas baru bagi Tim Penggerak ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Siapkan Sumur Bor Tenaga Surya untuk Atasi Krisis Air Petani Blitar

BLITAR – Krisis air akibat kemarau panjang menjadi keluhan utama petani di wilayah barat Kabupaten Blitar. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Sidak Pasar Bandar dan Pahing, Cari Jalan Keluar Polemik Pedagang

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid bersama sejumlah anggota dewan melakukan inspeksi mendadak ...