Selasa
09 Juni 2026 | 12 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Selendang Semanggi Resmi Hadir di Tunjungan, Ikon Kuliner Surabaya Kian Mendunia

pdip jatim 260609 selendang semanggi sby

Kuliner khas Surabaya, semanggi, kini memiliki pusat kuliner permanen di Jalan Tunjungan. Kehadiran Selendang Semanggi menjadi upaya memperkuat UMKM sekaligus melestarikan warisan budaya Kota Pahlawan.

SURABAYA – Kuliner legendaris khas Surabaya, semanggi, kini memiliki rumah baru di kawasan ikonik Jalan Tunjungan. Melalui dukungan Media Pintar Perjuangan (MPP) DPC PDI Perjuangan Surabaya, stan kuliner UMKM Selendang Semanggi milik Aminah resmi dibuka pada Senin (8/6/2026), sekaligus menjadi pusat kuliner semanggi permanen pertama yang hadir di jantung Kota Pahlawan.

Peresmian stan tersebut dihadiri mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Armuji, Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri, Bendahara DPC PDIP Surabaya Agatha Retnosari, Wakil Sekretaris Bidang Program DPC PDIP Surabaya Aliyuddin, jajaran PAC, serta pengurus Taruna Merah Putih.

Tri Rismaharini menyambut positif hadirnya Selendang Semanggi di kawasan bersejarah Jalan Tunjungan. Menurutnya, keberhasilan yang diraih Aminah menjadi bukti bahwa pelaku UMKM lokal mampu berkembang apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Saya selalu percaya UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Yang terpenting bukan hanya bertahan, tetapi bagaimana mereka bisa naik kelas tanpa meninggalkan identitas lokalnya,” ujar Risma.

Ia menegaskan, semanggi bukan sekadar makanan khas, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Semanggi adalah bagian dari sejarah dan identitas Kota Surabaya. Ketika UMKM seperti Bu Aminah berkembang, maka yang ikut tumbuh bukan hanya usahanya, tetapi juga kebanggaan terhadap budaya daerah,” katanya.

Sementara itu, Armuji menilai kehadiran Selendang Semanggi di Jalan Tunjungan memiliki nilai strategis karena menjadi etalase kuliner khas Surabaya di pusat kota yang setiap hari dikunjungi wisatawan maupun warga lokal.

“Semanggi ini makanan khas Suroboyo yang harus dijaga dan dilestarikan. Kehadiran Rumah Makan Selendang Semanggi di Jalan Tunjungan sangat tepat karena menjadi etalase kuliner khas Surabaya di tengah kota,” ujarnya.

Menurut Armuji, keberadaan semanggi semakin penting untuk dijaga karena bahan bakunya hanya tumbuh di wilayah tertentu, khususnya kawasan Pakal dan Kendung. Karena itu, inovasi menjadi kunci agar kuliner khas tersebut tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

Ia mengapresiasi langkah Aminah yang berhasil mengembangkan produk semanggi instan kering yang mampu bertahan hingga berbulan-bulan dan dapat dipasarkan ke berbagai daerah.

“Dulu semanggi harus habis dijual hari itu juga. Sekarang sudah bisa dikemas menjadi produk kering yang tahan berbulan-bulan dan bisa dikirim ke berbagai daerah. Ini bentuk inovasi UMKM yang harus kita dukung,” katanya.

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menyebut semanggi sebagai salah satu identitas budaya yang melekat kuat pada masyarakat Surabaya dan perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Semanggi ini ciri khas warga Surabaya. Tidak ada di daerah lain. Ini harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, pertumbuhan UMKM menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga keberlangsungan produk-produk khas daerah.

“Kalau UMKM tumbuh dan konsisten, ekonomi kerakyatan akan kuat. Kota juga akan lebih tahan menghadapi berbagai situasi ekonomi,” tambahnya.

Di balik peresmian tersebut tersimpan kisah perjuangan panjang Aminah yang telah menekuni usaha semanggi sejak 2007. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa memiliki stan kuliner di salah satu kawasan paling bergengsi di Surabaya.

“Saya benar-benar seperti mimpi. Dulu hanya jual semanggi gendong, sekarang punya stan di Jalan Tunjungan. Saya sampai terharu kalau cerita ini,” ungkapnya.

Aminah mengaku perkembangan usahanya tidak lepas dari program Pahlawan Ekonomi yang digagas Pemerintah Kota Surabaya saat Tri Rismaharini menjabat wali kota.

Kini, selain menyajikan semanggi segar, Selendang Semanggi juga menawarkan semanggi instan dalam bentuk kering yang mampu bertahan hingga dua bulan tanpa bahan pengawet. Produk tersebut dipersiapkan sebagai oleh-oleh khas Surabaya yang dapat dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran Selendang Semanggi mendapat sambutan positif dari masyarakat. Rudi, salah seorang pengunjung Jalan Tunjungan, menilai lokasi tersebut sangat tepat untuk memperkenalkan kuliner khas Surabaya kepada wisatawan.

“Menurut saya sangat bagus karena berada di lokasi yang strategis. Ini makanan khas Suroboyoan dan memang cocok ditempatkan di Jalan Tunjungan,” ujarnya.

Hadirnya Selendang Semanggi di kawasan Tunjungan menjadi simbol keberhasilan UMKM lokal dalam naik kelas tanpa meninggalkan akar budayanya. Semanggi yang selama ini identik dengan penjual gendong kini mendapatkan panggung baru sebagai salah satu ikon kuliner Surabaya yang siap dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Selendang Semanggi Resmi Hadir di Tunjungan, Ikon Kuliner Surabaya Kian Mendunia

Kuliner khas Surabaya, semanggi, kini memiliki pusat kuliner permanen di Jalan Tunjungan. Kehadiran Selendang ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno, Kader PDIP Kota Madiun Nyekar Makam Pahlawan 

MADIUN – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar ziarah dan tabur bunga ...
KRONIK

Safari Gemarikan, Sonny Ajak Masyarakat Tingkatkan Asupan Protein Hewani

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mengajak masyarakat menjadikan ikan menu utama ...
BERITA TERKINI

Diana Sasa Temukan Banyak Mata Air di Lokasi Tambang Sayutan: “Harus Dievaluasi”

MAGETAN – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, turun langsung meninjau lokasi aktivitas tambang di Desa ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Desak Pemerintah Siapkan Mitigasi untuk Lindungi Industri Manufaktur

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendesak pemerintah menyiapkan langkah mitigasi konkret untuk menjaga daya ...
KRONIK

Bupati Ipuk Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Progres 75 Persen

BANYUWANGI – Pemerintah pusat membangun Sekolah Rakyat (SR) di Banyuwangi. Saat ini, progres pembangunannya ...