Jumat
16 Oktober 2026 | 7 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sekjen PDIP: ST Burhanuddin Jaksa Agung Pilihan Jokowi

pdip-jatim-hasto-rspad

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, ST Burhanuddin menjadi Jaksa Agung sepenuhnya pilihan Presiden Joko Widodo. Hasto menegaskan, PDI Perjuangan tidak pernah mengusulkan nama yang bersangkutan.

“Itu di-endorse oleh Pak Jokowi, karena Pak Jokowi yang memutuskan,” kata Hasto di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019).

Penegasan ini disampaikan Hasto menanggapi pertanyaan wartawan soal kontroversi penunjukan Burhanuddin. Pasalnya, Burhanuddin adalah saudara kandung politisi PDI Perjuangan TB Hasanuddin.

Hasto menjelaskan, partainya memiliki sejarah dan memori atas penyalahgunaan kekuasaan yang ujungnya mematikan demokrasi. Yakni di zaman Orde Baru.

Dan justru karena pengalaman itu, PDI Perjuangan berprinsip dan selalu berjuang agar hukum benar-benar hanya untuk menegakkan keadilan, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Dia menambahkan, sebaiknya tak ada yang langsung menuduh seorang pejabat jaksa agung seperti Burhanuddin bukanlah orang yang memperjuangkan keadilan berdasar nilai-nilai kemanusiaan.

Penilaian itu, jelas Hasto, bisa dilakukan nanti setelah melihat kinerja dan keputusan-keputusannya sebagai jaksa agung.

“Maka mari kita agar jaksa agung itu tidak dinilai dari hubungan individu dengan seseorang, tapi dari keputusan politiknya. Sikap PDI Perjuangan tidak ingin menggunakan hukum sebagai alat kekuasaan. Hukum harus ditegakkan berdasarkan prinsip-prinsip keadilan,” ucapanya.

Terpisah, Burhanuddin menegaskan dirinya ditunjuk Persiden Jokowi bukan karena diusulkan PDI Perjuangan. Dia ditunjuk menjadi Jaksa Agung karena latar belakangnya sebagai jaksa karier.

“Enggak ada, saya diambil (karena) profesional, sama sekali tidak (diusulkan) PDI Perjuangan,” kata Burhanuddin di Istana Keresidenan.

Dia mengakui ia adik dari politisi PDIP TB Hasanuddin. Namun ia menegaskan bahwa hal itu harusnya tidak membuat jabatan yang diembannya saat ini dikaitkan dengan PDIP.

“Apakah misalnya kakak saya tokoh PDI Perjuangan apakah saya tidak boleh? Jangan terus kakak saya tokoh PDI Perjuangan kemudian hak keperdataan saya hilang,” kata dia.

Hasanuddin menegaskan ia bukan pemegang kartu tanda anggota PDI Perjuangan, apalagi aktif di partai pengusung utama Jokowi itu. “Kantornya saja tidak tahu,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...
KABAR CABANG

DPC Lamongan Bantu Air Bersih 6 Desa Terdampak Kekeringan

LAMONGAN – Memasuki puncak musim kemarau yang dipicu fenomena iklim El Nino, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
EKSEKUTIF

Pantau Pasar Tradisional, Wabup Antok Minta Dinas Cari Strategi Stabilkan Harga Daging Ayam

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mencari strategi ...
LEGISLATIF

Data Desil Bansos Bermasalah, Sri Untari Dorong Pemutakhiran Lebih Cepat

JAKARTA – Ketidakakuratan data kesejahteraan dan lambatnya pemutakhiran berisiko membuat bantuan sosial (bansos) ...
EKSEKUTIF

344 Koperasi Desa Merah Putih di Kediri Harus Kantongi SLF Sebelum Beroperasi

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan 344 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang telah disiapkan ...