Sabtu
13 Juni 2026 | 7 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

SBY Diminta Tak Meninggalkan Beban Subsidi BBM kepada Jokowi

pdip jatim - Jokowi salami SBY

pdip jatim - Jokowi salami SBYJAKARTA — Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan keuangan negara. Jangan sampai, persoalan keuangan negara menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla nantinya.

Salah satu persoalan keuangan negara, kata Arie, adalah besarnya subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menurut Arie, SBY seharusnya tidak perlu membebani persoalan subsidi BBM kepada pemerintahan mendatang.

“Soal BBM ini, jangan sampai SBY meninggalkan beban bagi Jokowi,” ucap Arie ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (27/8/2014).

SBY, kata Arie, tak perlu khawatir jika mengambil keputusan yang tidak populer dengan menaikkan harga BBM. Menurut dia, masyarakat dapat menerima kebijakan tersebut, asalkan SBY mampu memberikan alasan yang tepat bahwa langkah itu untuk menyelamatkan keuangan negara.

“Isu BBM ini isu paling faktual. SBY harus fair jika BBM harus naik,” katanya.

Jika SBY tak ingin menanggung semua beban kenaikan harga BBM, ucap Arie, setidaknya beban tersebut dapat dibagi dua dengan pemerintahan Jokowi-JK nantinya. Hal tersebut dapat dibahas SBY dalam pertemuannya dengan Jokowi di Bali pada hari ini.

“Dilihat dari kondisi saat ini, (harga) BBM (bersubsidi) harus naik. Kalau tidak, setidaknya bisa dibagi dua, sebagian dinaikkan di pemerintahan SBY, sebagian di Jokowi. Kalau itu semua demi tanggung jawab pemerintahannya, saya kira masyarakat akan paham dan SBY akan tetap mempertahankan citranya,” ujar Arie.

Sejumlah kalangan meminta agar Presiden segera mengatasi krisis BBM dengan menaikkan harga BBM.

PT Pertamina melalui Vice President Corporate Communication Ali Mundakir mengumumkan, setelah mendapat arahan dari pemerintah, Pertamina menormalkan pasokan BBM ke masyarakat. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di sejumlah daerah.

Akan tetapi, langkah ini tidak menghilangkan ancaman krisis BBM karena alokasi kuota BBM bersubsidi yang mencapai 46 juta kiloliter akan segera habis apabila tidak ada langkah strategis. (*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

UMKM

Festival Bambu Magetan, Geliatkan Ekonomi UMKM dan Edukasi Kelestarian Lingkungan

MAGETAN — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Suyatno, menghadiri pembukaan Festival Bambu dalam ...
KRONIK

Bulan Bung Karno di Lumajang, PDIP Jatim Gelar Doa Bersama dan Bagikan 56 Tumpeng

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar doa bersama dan tahlil Bulan Bung Karno di Lumajang. Said Abdullah ...
KABAR CABANG

Sambut Bulan Bung Karno, PDIP Kabupaten Kediri Siapkan Ziarah, Tanam Ketela hingga Baksos

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menyiapkan rangkaian Bulan Bung Karno 2026 mulai dari ziarah makam Bung Karno, ...
SEMENTARA ITU...

Ketua DPC PDIP Kabupaten Madiun Fery Sudarsono Meriahkan Turnamen Mini Soccer

MADIUN – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, turut ...
HEADLINE

Implementasikan Arahan Megawati, PDIP Jatim Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama DPC PDIP Lumajang menanam 1.000 pohon di Bukit Perkemahan Glagaharum. Deni ...
KABAR CABANG

DPC Lumajang Tanam 2.000 Bibit Pohon di Glagah Arum

LUMAJANG – Peringatan bulan bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang menggelar Penanaman Pohon di Bumi ...