Kamis
22 Oktober 2026 | 8 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

SBY Diminta Tak Meninggalkan Beban Subsidi BBM kepada Jokowi

pdip jatim - Jokowi salami SBY

pdip jatim - Jokowi salami SBYJAKARTA — Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan keuangan negara. Jangan sampai, persoalan keuangan negara menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla nantinya.

Salah satu persoalan keuangan negara, kata Arie, adalah besarnya subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menurut Arie, SBY seharusnya tidak perlu membebani persoalan subsidi BBM kepada pemerintahan mendatang.

“Soal BBM ini, jangan sampai SBY meninggalkan beban bagi Jokowi,” ucap Arie ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (27/8/2014).

SBY, kata Arie, tak perlu khawatir jika mengambil keputusan yang tidak populer dengan menaikkan harga BBM. Menurut dia, masyarakat dapat menerima kebijakan tersebut, asalkan SBY mampu memberikan alasan yang tepat bahwa langkah itu untuk menyelamatkan keuangan negara.

“Isu BBM ini isu paling faktual. SBY harus fair jika BBM harus naik,” katanya.

Jika SBY tak ingin menanggung semua beban kenaikan harga BBM, ucap Arie, setidaknya beban tersebut dapat dibagi dua dengan pemerintahan Jokowi-JK nantinya. Hal tersebut dapat dibahas SBY dalam pertemuannya dengan Jokowi di Bali pada hari ini.

“Dilihat dari kondisi saat ini, (harga) BBM (bersubsidi) harus naik. Kalau tidak, setidaknya bisa dibagi dua, sebagian dinaikkan di pemerintahan SBY, sebagian di Jokowi. Kalau itu semua demi tanggung jawab pemerintahannya, saya kira masyarakat akan paham dan SBY akan tetap mempertahankan citranya,” ujar Arie.

Sejumlah kalangan meminta agar Presiden segera mengatasi krisis BBM dengan menaikkan harga BBM.

PT Pertamina melalui Vice President Corporate Communication Ali Mundakir mengumumkan, setelah mendapat arahan dari pemerintah, Pertamina menormalkan pasokan BBM ke masyarakat. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di sejumlah daerah.

Akan tetapi, langkah ini tidak menghilangkan ancaman krisis BBM karena alokasi kuota BBM bersubsidi yang mencapai 46 juta kiloliter akan segera habis apabila tidak ada langkah strategis. (*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sony Serahkan Bantuan Alsintan pada 23 Kelompok Tani, Tegaskan Gratis

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyalurkan bantuan 26 unit alat dan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Gelar Cak dan Ning Surabaya Bisa Dicabut

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan gelar Cak dan Ning Surabaya dapat dicabut apabila pemegangnya ...
KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...