Kamis
20 Agustus 2026 | 6 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sayuran Ibu-ibu Binaan Rampak Sarinah Kediri Masuk Swalayan

pdip-jatim-hidroponik-kelud-010421-2

KEDIRI – Meski pandemi, bukan berarti kehilangan kreativitas untuk berkarya. Di Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri sejumlah ibu rumah tangga membuka peluang usaha baru, dalam hal budidaya tanaman hidroponik. 

Ada beberapa jenis tanaman hidroponik yang memiliki nilai ekonomis yang kini terus diberdayakan antara lain, sayuran pak coi, bayam merah, kangkung serta selada. Kini hasil tanaman sayuran tersebut sudah dipasarkan di beberapa toko swalayan terkemuka di kabupaten dan Kota Kediri. 

Kemampuan yang mereka miliki untuk budidaya tanaman sayuran hidroponik ini, sebelumnya mereka dapat setelah mengikuti kegiatan pelatihan yang digagas oleh Pokmas (kelompok masyarakat) Rampak Sarinah Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Pelatihan saat itu dilaksanakan pada awal bulan Januari 2021 dari tanggal 5 -20 

Kegiatan pelatihan menyasar 10 desa, di kecamatan Ngancar, di antaranya Desa Jagul, Pandan Toyo, Ngancar, Sempu, Manggis, Margourip, Bedali , Kunjang, Ngancar serta Babadan. 

Tidak hanya bekal pelatihan yang diberikan. Teknisnya,  mereka juga didampingi oleh  seorang profesional di bidangnya yang ikut memasarkan produk tanaman hidroponik tersebut. 

Pendampingan diberikan secara langsung oleh seorang praktisi alumni Universitas Kadiri jurusan Agroteknologi bernama Slamet Widodo. 

Setiap peserta 1 desa terdiri dari 10 orang, mereka ini berstatus sebagai ibu rumah tangga. Sebagai modal awal usaha, mereka mendapatkan anggaran bantuan dari dana hibah  Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Bantuan dana tersebut kemudian mendirikan 1 unit green house di setiap desa dengan ukuran an 6×10 meter serta pengadaan 2 meja instalasi dengan kapasitas 300 lubang tanaman

Kegiatan ini kemudian mendapat respon positif dari berbagai kalangan masyarakat, bahkan salah satunya  dari anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan Heri Setiawan. 

Dia berharap dengan adanya kegiatan pemberdayaan yang sudah berjalan sekian bulan ini, nantinya dapat dikembangkan lagi. 

Menurutnya, dengan kegiatan produktif tersebut, para ibu rumah tangga yang tinggal di Lereng Gunung Kelud ini dapat menjadi perempuan yang berdaya, mandiri serta membantu menopang perekonomian keluarga di tengah situasi pandemi sekarang ini. 

“Semoga kegiatan Rampak Sarinah Kecamatan Ngancar dapat menginspirasi anggota Rampak Sarinah dari kecamatan maupun kota lain,” harap Heri, Rabu (31/3/2021). (putera)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Kurangi Ketergantungan Impor, Trenggalek Mulai Kembangkan Bawang Putih

Trenggalek mulai mengembangkan bawang putih di Kecamatan Pule untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus ...
HEADLINE

Banteng Jatim Pesta 6 Gol, Lolos Semifinal Soekarno Cup dan Bidik Juara Lagi

SURABAYA – Banteng Jawa Timur (Jatim) tampil menggila di babak perempat final Soekarno Cup 2026. Bermain di Stadion ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Desak Pemkab Benahi Perizinan Aset Daerah Usai Polemik Izin Alun-Alun

MAGETAN — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito: Toleransi Beragama di Sekolah Harus Diteruskan Antar Generasi

Mas Dhito berpesan agar semangat toleransi antarumat beragama di sekolah terus dijaga dan diwariskan kepada ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Dorong Pergub Dipercepat agar Perda Tak Mandek di Aturan

SURABAYA – DPRD Jawa Timur menekankan pentingnya percepatan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai aturan ...
LEGISLATIF

Martin Dorong Pemprov Jatim Bangun Cadangan Air di Wilayah Rawan Kekeringan Bondowoso

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Martin Hamonangan, mendesak Pemprov Jatim mengubah pola penanganan ...