Sabtu
17 Oktober 2026 | 9 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rusuh Papua, Politisi PDIP Desak Aparat Usut Provokator

pdip-jatim-eva-ojk-kediri

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mendesak aparat kepolisian mengusut peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Jawa Timur.

Eva mengajak semua pihak mempercayakan proses hukumnya kepada kepolisian yang melakukan penyelidikan dan penyidikan. Dalam waktu segera, katanya, harus ditemukan siapa tersangkanya.

“Paling tidak yang provokasi. Ini untuk menghindari merembetnya kemarahan ke wilayah lain. Sudah banyak bukti, siapa yang memaki rasis baik yang sipil maupun yang seragam keamanan harus diproses hukum,” kata Eva, Rabu (21/8/2019).

Termasuk akun-akun di media sosial yang terang-terangan memprovokasi, tambah Eva, harus diproses dan ditetapkan sebagai tersangka. Jika langkah ini dilakukan lebih cepat, akan lebih baik supaya penyebaran kekacauan bisa dikendalikan.

“Ini politik, destabilisasi menggunakan rasisme yang jelas bukan DNA bangsa ini. Aneh, karena sebelumnya kita tidak pernah punya pengalaman rasisme apalagi di Jatim yang orangnya terbuka, integrasi masyarakat antarsuku dan agamanya kuat,” tutur Eva.

Dia menilai langkah pengendalian sosial media yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah bagus. Sekarang tinggal mencari siapa pelaku persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Jatim.

“Hati-hati merembet ke wilayah lain yang menumpangi isu ini. Saya berharap semua berkomentar konstruktif untuk mendukung penegakan hukum oleh polisi. TNI membantu, polisi pegang kendali karena ini masalah kamtibmas,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menduga ada penumpang gelap yang sengaja menciptakan kekeruhan melalui isu Papua. Kekeruhan itu akhirnya berujung pada aksi protes dan kerusuhan di sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat.

“Ya biasa dalam sebuah peristiwa itu ada yang membonceng, ada penumpang gelap, biasalah menurut saya,” kata Jokowi dalam acara “Satu Meja” di Kompas TV, Kamis (22/8/2019).

Dia tak merinci lebih jauh penumpang gelap yang ia maksud. Menurut Jokowi, yang paling penting TNI Polri sudah bisa menyelesaikan persoalan yang ada di lapangan.

Ia pun memastikan langkah-langkah hukum akan dilakukan kepada semua pihak yang bertanggung jawab. Namun, Jokowi kembali mengingatkan, hal yang terpenting adalah saling memaafkan.

“Kemarin sudah saya sampaikan ini masalah ketersinggungan. Oleh sebab itu saya sampaikan, marilah kita saling memaafkan,” ajaknya.

“Karena dengan saling memaafkan itulah kita harapkan saling menghormati, saling menghargai di antara kita itu betul-betul terjadi,” tambah dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kanang Minta Kader PDIP yang Ingin Jadi Wabup Ponorogo Perkuat Konsolidasi Lintas Partai

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, meminta kader PDI Perjuangan yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...