oleh

Risma Suntik Semangat Banteng Surabaya yang Alami Kecelakaan di Ngawi

-Kronik-221 kali dibaca

SURABAYA – Menteri Sosial Tri Rismaharani Sabtu (15/5/2021) menyuntikkan semangat kepada tiga kader PDI Perjuangan Surabaya yang mengalami kecelakaan di Ngawi saat dalam perjalanan pulang mengendarai mobil ambulans Baguna usai mengantarkan jenazah dari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Jumat (14/5/2021).

Itu dilakukan Risma saat membesuk ketiganya yang sekarang dirawat di RSUD Dr Soewandi. Tak hanya mengunjungi, Menteri Sosial yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan itu sekaligus memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan.

Wakil Sekretaris Eksternal DPC PDI Perjuangan Surabaya Achmad Hidayat menjelaskan, kedatangan Tri Rismaharini utamanya adalah untuk memberikan semangat kepada keluarga korban kecelakaan.

“Beliau prinsipnya adalah memberikan semangat pada keluarga dan pesan khusus. Pesan khusus kepada keluarga nanti kalau sudah dirawat intensif dan sudah sembuh, harus sering-sering dikontrolkan kesehatannya ke rumah sakit,” beber Achmad.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada mantan Wali Kota Surabaya dua periode tersebut, yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir menyemangati dan memberikan santunan kepada keluarga korban.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih, khususnya ketua DPP, Bu Tri Rismaharini yang sudah menyempatkan hadir dan memberikan santunan,” ucapnya.

“DPC PDI Perjuangan Surabaya juga berterima kasih kepada kawan-kawan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi yang secara gotong royong menyelesaikan kendala-kendala yang ada di lapangan,” tambah dia.

Achmad lantas menjelaskan kronologi peristiwa kecelakaan yang menimpa kader Banteng tersebut.

“Penumpang dalam ambulans Baguna tersebut ada 3 orang. Driver atas nama Mulyono, satu orang ini keluarga jenazah yang kebetulan juga sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Sukolilo, Pak Iwan Daswanto. Satunya lagi putra Pak Iwan, atas nama Rendra,” bebernya.

Dia pun lantas menjelaskan kronologi kejadian kecelakaan yang menimpa ketiga orang anggota kader PDI Perjuangan tersebut, tepatnya berada di tikungan Jetak, Kabupaten Ngawi.

Dalam kecelakaan ini, terdapat truk bermuatan jagung yang terlihat oleng dan tidak stabil sehingga memasuki jalur ambulans Baguna. Kecelakaan pun akhirnya tidak bisa dihindarkan.

Setelah kejadian, ketiga orang di dalam ambulans Baguna tersebut langsung dievakuasi dan ditolong Baguna DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi.

Setelah kejadian itu juga, ia langsung menuju Kabupaten Ngawi untuk berkoordinasi dengan Sekretaris DPC DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi Harianto King, untuk merujuk korban ke RSuD Soewandi, di Surabaya.

Mewakili DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Ahmad Hidayat juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi gotong royong membantu pembiayaan ketiga korban kecelakaan tersebut, serta siap siaga memberikan pertolongan saat peristiwa kecelakaan tersebut terjadi.

“Saat dirujuk, alhamdulillah, biaya pengobatan yang di Ngawi semua dicover dan dibantu teman-teman DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, terutama Pak Ketua DPC, yang sekarang Wakil Bupati, Pak Dwi Rianto Jatmiko,” imbuh Ahmad Hidayat.

Saat ini, imbuh Achmad, prioritas DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya adalah keselamatan kader-kader yang sebelumnya mengalami kecelakaan.

“Jadi prioritas kita adalah keselamatan jiwa kader-kader PDI Perjuangan. Nanti kalau urusan mobil terakhir, yang penting ini bagaimana jiwanya diselamatkan dulu, mendapatkan perawatan terbaik dari partai,” pungkasnya. (yols/pr)