Sabtu
05 April 2025 | 5 : 04

Risma Soroti Persoalan Pendidikan di Jatim, dari Pungli Hingga Ijazah Tersandera

IMG-20241028-WA0100_copy_826x562

NGAWI – Dalam rangkaian Safari Politik dan Konsolidasi Partai, Cagub Jatim Nomor Urut 3, Tri Rismaharini, menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah isu yang tak kunjung terselesaikan di Jawa Timur.

Di hadapan kader PDI Perjuangan daerah Mataraman, yakni Ngawi, Tuban, dan Bojonegoro serta Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Rsima menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen daerah dalam menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat.

Risma membuka sambutannya dengan menuturkan kisah perjalanannya selama berkeliling Jawa Timur, ia memulai dengan kondisi kekeringan yang parah yang melanda sejumlah daerah di Jawa Timur.

“Kondisi kekeringan di provinsi kita sangat mengkhawatirkan. Kita harus segera mencari solusi berkelanjutan agar masyarakat tidak terus-menerus berjuang dengan masalah kekurangan air,” ungkap Risma di Ballroom Notosuman, Ngawi, Senin (28/10/2024).

Mantan Wali Kota Surabaya dua periode tersebut mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang baik dan pemanfaatan teknologi untuk memastikan semua daerah, terutama yang paling terdampak, dapat mengakses air bersih.

Risma kemudian beralih ke isu pendidikan, yang menjadi salah satu fokus utamanya. Ia mencatat dengan prihatin bahwa banyak anak di Banyuwangi, khususnya, terhambat untuk melanjutkan pendidikan.

“Ada seorang ibu dengan tiga anak kembar yang tidak bisa bekerja karena tidak memiliki ijazah. Lebih mencengangkan lagi, sekitar 700 anak di sekolah tersebut belum mengambil ijazah mereka karena masalah biaya. Ini adalah gambaran betapa sulitnya akses pendidikan bagi sebagian besar masyarakat kita,” ungkapnya.

Menurut Risma, kondisi ini menuntut tindakan nyata dari pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan perlunya program-program yang tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga meringankan beban biaya yang ditanggung oleh keluarga-keluarga kurang mampu.

“Kita perlu memberikan solusi konkret untuk memastikan semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, yakni melalui sekolah gratis tanpa pungutan apapun hingga tingkat SMA/SMK,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mantan Menteri Sosial RI itu juga menekankan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai bagian dari pendidikan. Sehingga ia mengusulkan insentif bagi guru honorer dan pendidik di pondok pesantren, agar mereka dapat lebih berkontribusi dalam menciptakan generasi yang paham dan mencintai tanah air.

“Pendidikan karakter dan nasionalisme harus ditanamkan sejak dini, dan kita harus mendukung para pendidik yang berjuang dalam kondisi yang sulit,” jelasnya.

Isu kesehatan juga menjadi prioritas dalam pembicaraan Risma. Ia menekankan bahwa setiap warga Jawa Timur berhak mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan gratis. Untuk itu, program kesehatan yang inklusif dan efisien untuk peningkatan kualitas perlu menjadi perhatian.

“Kesehatan adalah hak dasar setiap individu. Saya akan berjuang untuk memastikan bahwa semua warga, terutama mereka yang kurang mampu, dapat mengakses layanan kesehatan tanpa biaya,” katanya.

Risma juga tidak melupakan aspek infrastruktur yang krusial dalam pembangunan daerah. Ia mencatat bahwa daerah-daerah seperti Madura, Gresik, dan Tuban menghadapi masalah banjir rob, serta kurangnya pasokan air bersih.

“Kita perlu mencari solusi untuk mengatasi masalah ini, termasuk membangun infrastruktur yang mendukung seperti jalan dari Bangkalan ke Sumenep,” jelasnya.

Dalam konteks infrastruktur, Risma mengkritik tingginya biaya tol yang membuat masyarakat enggan memanfaatkannya.

“Saya sudah melihat tantangan ini sejak menjabat sebagai menteri. Rencana saya adalah menyelesaikan jalur lintas selatan (JLS) yang telah terhambat selama 40 tahun. Ini penting untuk konektivitas dan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Untuk itu, Risma mengajak seluruh kader PDI Perjuangan untuk bersatu dan bergerak maju demi kesejahteraan rakyat Jawa Timur. “Kita harus berkomitmen untuk menciptakan perubahan nyata. Bersama, kita bisa membangun masa depan yang lebih baik untuk semua,” pungkasnya. (yol/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Soal Rencana Pertemuan Megawati dan Prabowo, Jubir PDI Perjuangan: Silaturahmi Tokoh Bangsa Ini Sangat Penting

BLITAR – Juru bicara (jubir) PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyebutkan, rencana pertemuan Ketua Umum (Ketum) PDI ...
HEADLINE

Tradisi Keluarga Jelang Puasa dan Pasca Lebaran, Megawati Nyekar Makam Ayahandanya, Bung Karno

BLITAR – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berziarah atau nyekar ke makam Presiden pertama Republik ...
KRONIK

Open House Bupati Banyuwangi, Sejumlah Teman Difabel Berbagi Inspirasi Kesuksesan

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menggelar open house di Pendopo Sabha Swagatha, Kamis ...
KRONIK

Catat, Ini Tanggal dan Tempat Gelaran Festival Ketupat Sumenep 2025

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan menggelar Festival Ketupat 2025 pada Senin, 7 April 2025, di ...
KRONIK

Diaspora Banyuwangi Kumpul Harumkan Tanah Kelahiran dan Kuatkan Solidaritas

BANYUWANGI – Ratusan perantau asal Banyuwangi berkumpul melepas kangen akan tanah kelahiran dalam Festival Diaspora ...
HEADLINE

Kada PDI Perjuangan yang Absen di Retret Gelombang I, Megawati Instruksikan Ikut Gelombang II

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memerintahkan para kepala daerah dari partai berlambang ...