Minggu
30 Agustus 2026 | 4 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Siapkan Layanan Kemoterapi hingga Dokter Spesialis di Kabupaten-Kota se-Jatim

pdip-jatim-240927-RGH-rakerdasus-3

SURABAYA – Calon Gubernur Tri Rismaharini menyoroti tingginya ketimpangan akses kesehatan bagi masyarakat Jawa Timur yang tinggal di daerah.

“Kami banyak mendapat keluhan tentang ketiadaan fasilitas kemoterapi di daerah. Mereka penyintas kanker harus menuju kota besar seperti Surabaya untuk mendapat layanan kesehatan,” katanya saat memaparkan visi misi di Rakerdasus PDI Perjuangan Jatim di Surabaya, Kamis (26/9/2024).

Mantan Menteri Sosial itu pun menjelaskan, para pasien dan keluarga harus mengeluarkan biaya ekstra baik untuk transportasi dan penginapan. Sedangkan, kebanyakan mereka untuk membayar terapinya saja sudah tidak mampu.

Risma menawarkan solusi untuk pemerataan akses kesehatan di Jawa Timur terutama di daerah pinggiran dan kepulauan seperti Gresik dan Madura.

“Karena itu, nanti kalau kita diberi amanah memimpin Jatim kita akan bangun untuk kemoterapi di tiap daerah jadi ga perlu lagi datang ke Surabaya tapi cukup datang di daerah,” katanya.

Bukan hanya pemerataan layanan kemoterapi, Risma pun akan mendatangkan tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis untuk turun ke daerah-daerah agar memantau kesehatan masyarakat secara lebih intens.

“Jadi misalkan minggu ini di Kabupaten Nganjuk itu ada layanan visit dokter spesialis penyakit kulit. Itu kita akan turunkan,” paparnya.

Hal ini dilakukan Risma sebab persebaran dokter spesialis yang tidak merata di daerah-daerah sehingga tidak semua pasien bisa terfasilitasi.

“Pernah ada saya tangani itu di Sumenep. Dia menunggu dokter spesialis yang ternyata tidak ada. Akhirnya saya bawa ke Surabaya. Padahal dia sudah 10 jam naik kapal,” ungkapnya.

Risma mengaku memiliki pekerjaan rumah yang besar dalam aspek kesehatan di wilayah Jawa Timur. (Baca juga: Risma-Gus Hans Bakal Wujudkan Jawa Timur Bebas Pungli dan Ekonomi Pro Rakyat)

Pasalnya, Jatim menduduki peringkat teratas dengan kasus kebutaan, Kusta dan TBC se Indonesia.

“Kasus tertinggi salah satunya disebabkan karena keterlambatan penanganan. Faktornya berlapis, termasuk ketidakmerataan akses layanan kesehatan di daerah-daerah,” pungkasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Agung Priyanto Soroti Persoalan Desil, Minta PAC dan Ranting Aktif Dampingi Warga

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti persoalan data desil ...
LEGISLATIF

Pokmas Tak Lagi Berlaku, Yuzar Rasyid Tetap Kawal Aspirasi Warga Kemasan Soal Rombong

Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid tetap mengawal aspirasi warga Kemasan soal bantuan rombong meski program ...
KRONIK

Gencar Perbaiki Rumah Warga Miskin, Banyuwangi Diganjar Bonus Insentif Pusat

BANYUWANGI – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan ...
SEMENTARA ITU...

Filosofi Tombak Korowelang di Jamasan Pusaka Trenggalek: Pemimpin Harus Ngopeni Rakyat dan Memberi Piwulang

Jelang Hari Jadi ke-832 Trenggalek, puluhan pusaka dijamasi. Ketua DPRD Doding Rahmadi mengungkap filosofi Tombak ...
KRONIK

Didik Nurhadi: Nasionalisme dan Religiusitas Jadi Kekuatan Indonesia

JOMBANG — Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi menegaskan, ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...