Selasa
03 November 2026 | 6 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma: Pembangunan Ekonomi Kota Surabaya 98 Persen Ditopang UMKM

pdip-jatim-risma-lokakarya-ukm

SURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini menyambut baik lokakarya ‘UKM Surabaya Go Digital and International’ yang digelar Dewan Bisnis AS – ASEAN, Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia serta Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Grand City Surabaya, Rabu (7/3/2018).

Lokakarya ini diikuti 200 lebih pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) di Surabaya. “Setidaknya dengan acara ini, pelaku UKM semakin kompetitif ke depannya,” kata Risma.

Dia menyebutkan, pembangunan ekonomi di Kota Surabaya 98 persen ditopang dari sektor pedagang ekonomi kecil mikro (UMKM), sisanya 2 persen dari perusahaan besar.

Hal ini mampu terwujud karena selama ini para pelaku UMKM diajarkan ilmu untuk bersaing melalui Go Global Go Digital. “Kini, produk mereka sudah setara dengan produk yang ada di luar negeri,” ungkap Risma.

Selain itu, ada pembelajaran go financial yang mengajarkan pelaku UKM mencari bentuk-bentuk modal agar para pelaku usaha industri kreatif mampu meningkatkan kapasitasnya untuk lebih luas mencari jaringan melalui teknologi.

“Sekarang batik Surabaya, fashion, handycraft dan lain-lain sudah kita ekspor ke luar negeri seperti Afrika dan Eropa,” tambah Risma.

Mantan Kepala Dinas Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) ini juga berharap dengan adanya acara semacam ini, pelaku UKM lebih berdaya baik bagi dirinya sendiri maupun bagi Kota Surabaya.

“Saya yakin, pelaku UKM di Surabaya mampu menyerap ilmu di sini kemudian disumbangkan kepada warga yang lain agar lebih sejahtera,” ucapnya.

Perwakilan Perusahaan US-ASEAN Business Council Indonesia Desi Indrimayutri menambahkan, perangkat digital memungkinkan usaha kecil menjadi lebih efisien, lebih menguntungkan, dan lebih saling terkait untuk mendukung UKM di Indonesia dan seluruh negara ASEAN.

“Lokakarya hari ini memperluas komitmen dewan yang telah lama berjalan untuk memberdayakan UKM ASEAN di bawah aliansi Bisnis AS-ASEAN untuk UKM yang kompetitif,” tegas Desi.

Tidak hanya itu, digitalisasi memungkinkan pelaku UKM di Indonesia dan seluruh ASEAN untuk berpartisipasi dalam perdagangan lintas batas yang memungkinkan mereka tumbuh dan menimbang kebutuhan bisnis tanpa harus mengurangi biaya.

“Memang belum semua, tetapi jika pemerintah dan perusahaan mendukung maka pembangunan ekonomi digital inklusif akan segera terwujud,” ujar Desi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...
KRONIK

Ngawi Siap Jadi Tuan Rumah POPDA Jatim XV

NGAWI – Kabupaten Ngawi menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah ...
HEADLINE

Puan Maharani Ajak Perkuat Demokrasi yang Menghadirkan Kesejahteraan Sosial

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen bangsa kembali memperkuat gagasan demokrasi yang sejak ...
SEMENTARA ITU...

Evaluasi Peringkat ke-11 Porprov 2025, Kabupaten Kediri Siapkan Strategi Menuju Lima Besar

KEDIRI – Kabupaten Kediri membidik posisi lima besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Untuk ...
LEGISLATIF

Banjir Lahar Semeru, Eko Yunianto Desak Posko Darurat dan Logistik Pengungsian Dioptimalkan

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Eko Yunianto, meminta optimalisasi posko darurat dan ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kota Madiun dan Komunitas Big Bantaran Kali Matangkan Rencana Aksi Merawat Pertiwi

MADIUN – Usulan warga untuk menanam pohon mangga di sepanjang bantaran Kali Madiun menjadi bagian dari aksi Merawat ...