Sabtu
19 September 2026 | 11 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Minta Relawan SayaSurabaya jadi Gerakan Perubahan

pdip-jatim-whisnu-290520

SURABAYA – Cawali Tri Rismaharini berharap Relawan SayaSurabaya menjadi sebuah gerakan yang mampu mengubah Kota Pahlawan jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Tidak sekadar sebagai sebuah gerakan untuk mencintai Kota Surabaya.

“Saya berharap gerakan ini juga bisa mengubah Kota Surabaya menjadi lebih baik lagi,” kata Risma, di acara Launcing Relawan SayaSurabaya yang digelar di Jalan Karah Indah II blok L, Surabaya, Sabtu (17/10/2015).

Gerakan Relawan SayaSurabaya, jelas Risma, sangat diperlukan saat ini, terlebih menjelang kompetisi global, seperti MEA. Di bidang ekonomi, lanjutnya, gerakan ini juga dibutuhkan agar masyarakat Surabaya menjadi tuan dan nyonya di negeri dan kotanya sendiri.

Surabaya, sebut Risma, saat ini sebagai kota terbesar kedua di Indonesia yang menjadi barometer perekonomian kerakyatan. Lewat usaha kecil menengah (UKM) yang saat ini berkembang pesat di Surabaya, Risma merasa perlu adanya pemikiran “from lokal to global” untuk dapat bertahan dari kompetisi global, terutama di bidang ekonomi.

“Karena yang saya takutkan adalah kedepan penjajahan yang dilakukan bukan lagi penjajahan secara fisik seperti yang dilakukan sebelum kita merdeka. Melainkan penjajahan yang dilakukan adalah secara ekonomi. Karena itu, masyarakat Surabaya harus mampu mandiri dan bertahan terhadap serangan ekonomi global,” ajak calon wali kota yang diusung PDI Perjuangan di Pilkada 2015 tersebut.

Oleh karena itulah, tambah dia, masyarakat Surabaya perlu berkembang dan maju sumber daya manusia-nya, dalam arti berkembang secara soft skill. “Selain itu, kita harus mulai mendorong jiwa nasionalisme. Salah satunya adalah mencintai dan mengonsumsi produk-produk lokal,” papar wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Untuk menjadi bangsa yang mandiri, terang Risma, masyarakat harus dapat mencukupi kebutuhan pokoknya. Seperti sandang dan pangan. “Saat ini, Surabaya telah memiliki para pelaku UKM yang dapat memproduksi sandang, yang berarti pakaian, dan pangan berarti makanan,” urai dia.

Pada Desember 2014, imbuh Risma, data BPS mencatat, nilai ekspor Indonesia mencapai 14,62 miliar dolar AS, atau mengalami peningkatan sebesar 7,38 persen dibanding ekspor November 2014. Namun yang menarik, angka cadangan devisa yang dimiliki Indonesia hanya itu-itu saja.

“Ternyata, hal ini disebabkan banyak pengusaha Indonesia yang menginvestasikan uangnya ke luar negeri,” ulas cawali yang berpasangan dengan cawawali Whisnu Sakti Buana di pilkada yang digelar 9 Desember depan itu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Perkuat Sinergi Daerah, Bupati Fauzi dan Bupati Rijanto Teken MoU Pembangunan

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar ...
KRONIK

Rehabilitasi Sekolah, Bupati Lukman Tegaskan Hasil Harus Berkualitas dan Tepat Sasaran

BANGKALAN – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mempercepat pembenahan sarana dan prasarana pendidikan ...
KRONIK

Satu Pelukan, Satu Tuntutan: Warga Silo Meminta Yon TP Dibatalkan

JEMBER – Matahari mulai condong ke barat ketika seorang perempuan tua berhijab biru dan berbaju merah bermotif ...
EKSEKUTIF

Mangga Podang Lereng Wilis Raih Sertifikat IG, Pemkab Kediri Perkuat Peremajaan dan Kualitas

Pemkab Kediri memperkuat peremajaan dan edukasi petani untuk menjaga populasi serta kualitas mangga podang Lereng ...
KABAR CABANG

2 Bulan Sumur Warga Wonocolo Bojonegoro Mengering, Lasmiran Kirim Air Bersih

BOJONEGORO – Krisis air bersih melanda warga Desa Hargomulyo dan Wonocolo Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Kader PDI ...
LEGISLATIF

Darmadi Apresiasi Warung Kopi Perda, Buka Ruang Aspirasi Warga Lebih Dekat

MALANG – Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi mengapresiasi hadirnya Warung Kopi Perda sebagai ruang baru untuk ...