Minggu
08 Maret 2026 | 4 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Minta Lurah-Camat Ciptakan Kampung Kondusif untuk Anak

pdip-jatim-risma-melukis-mural

pdip-jatim-risma-kain-batikSURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini minta para lurah dan camat agar menciptakan kondisi kampung yang nyaman dan bagi proses tumbuh kembangnya anak-anak. Risma juga mengajak masyarakat di kampung-kampung ikut mendukung dan menjamin pemenuhan hak anak, dan mengupayakan perlindungan anak secara optimal.

Imbauan tersebut disampaikan Risma saat melaunching lomba kampung pendidikan Kampung’e Arek Suroboyo, di Graha Sawunggaling Lantai VI kantor Pemerintah Kota Surabaya, Senin (2/5/2016).

Menurut Risma, tidak penting apakah nantinya akan menjadi pemenang atau tidak. Yang terpenting adalah setiap lurah dan camat mampu memotivasi warga di wilayahnya untuk mewujudkan kampung yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.

“Para lurah tolong di-support program ini. Lurah dan camat menginisiasi warganya untuk ikut serta. Tidak apa-apa kalah, yang penting berusaha, yang penting manfaatnya besar untuk warga,” tegas Risma.

Menurut kader PDI Perjuangan ini, pendidikan untuk anak-anak di sekolah sudah bagus. Namun, pendidikan tidak cukup hanya di sekolah.

Keberadaan kampung, jelas dia, juga sangat mendukung untuk membentuk karakter anak. Karena itu, keberadaan lomba kampung pendidikan ini menjadi sangat penting.

“Mari kita ciptakan lingkungan yang baik di sekitar kita. Dengan begitu, semakin kecil ruang bagi mereka untuk melakukan perbuatan negatif,” jelas Risma.

Tahun ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan lomba kampung pendidikan Kampung’e Arek Suroboyo. Kali ini, sasaran program kampung pendidikan sebanyak 308 kampung yang diharapkan menjadi piloting di setiap kelurahan.

Ruang lingkup kampung pendidikan kampung’e arek Suroboyo secara administrasi meliputi satu RW yang bisa terdiri dari beberapa RT untuk mengakomodir kategori kampung.

Bentuk program kampung’e Arek Suroboyo terdiri dari lima kategori yang memiliki beberapa indikator. Yakni sebagai kampung belajar, kampung sehat, kampung asuh, kampung kreatif dan inovatif serta kampung aman.

Untuk tahun lalu, predikat Kampung Pendidikan kategori kampung belajar diraih RW VIII Kelurahan Babat Jerawat. Salah satu yang menonjol dari Kelurahan Babat Jerawat adalah adanya program jam belajar.

Pada jam pendidikan, yakni dari jam 18.00 WIB hingga jam 19.30 WIB, semua anak-anak se-RW harus masuk ke rumah untuk belajar. Sehingga tidak ada anak-anak yang berkeliaran. Bahkan, kegiatan RW seperti rapat pun, juga harus digelar setelah jam pendidikan tersebut. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ratusan Gen-Z dan Milenial Sidoarjo Ikuti Fit & Propertest Calon Ketua PAC

SIDOARJO – Anggapan sebagian pihak terkait anak-anak muda Kabupaten Sidoarjo apatis terhadap politik terbantahkan. ...
HEADLINE

Said Abdullah: PDIP Jatim Bangun Ekosistem Sepak Bola Muda, 1.000 Talenta Ikuti Seleksi

BLITAR — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola usia ...
KRONIK

Longsor Menerjang Panekan Magetan, Kader Banteng Datang Kerja Bakti dan Bawa Bantua

MAGETAN – Wakil Ketua DPRD Magetan dari PDI Perjuangan, Suyatno bersama PAC Kecamatan Panekan turun langsung ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Sambang PAC dan Ranting, Bagikan Paket Sembako

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung melakukan kegiatan sambang PAC dan Ranting se-Kabupaten ...
KRONIK

Seleksi Banteng Jatim FC U-17 Bangkitkan Semangat Sepak Bola Blitar Raya

BLITAR — Semangat kebangkitan sepak bola muda bergema di Stadion Soepriadi, Kota Blitar, saat DPD PDI Perjuangan ...
RUANG MERAH

Ramadan dan Godaan Konsumerisme

Oleh Ahmad Wiyono* RAMADAN selalu datang dengan wajah yang berbeda bagi setiap orang, tetapi selalu membawa satu ...