oleh

Rieke Minta Pemerintah Bongkar Perdagangan Manusia Berkedok Penyaluran TKI

JAKARTA – Anggota Timwas TKI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka minta pemerintah membongkar perdagangan manusia berkedok penyaluran tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi.

Menurut Rieke, hal itu terbukti dari maraknya pengiriman TKI di sektor domestik dengan dalih bekerja sebagai tenaga cleaning service. Padahal, secara hukum pengiriman TKI sektor domestik dinyatakan dihentikan sejak  4 Mei 2015.

Artinya, pengiriman tersebut dapat diduga merupakan pelanggaran terhadap hukum. Rieke menyatakan, pengaduan yang mulai masuk sejak Oktober 2016 terkait pengiriman lewat jalur ilegal atas nama sebuah perusahaan yang berpusat di Jeddah.

“Koordinasi tim kami di Saudi dengan KJRI Jeddah terus dilakukan untuk melakukan penelusuran dan penyelidikan. Diperoleh angka yang mengejutkan. Saya menilainya sebagai indikasi kuat perdagangan manusia terhadap tidak kurang dari 1.141,” ungkap Rieke, sebagaimana rilisnya kepada media, Senin (30/1/2017).

Sesuai data yang dia peroleh, hingga saat ini para TKI tersebut tidak bekerja. Mereka berada di penampungan milik TTCo di daerah Obhur, Kota Jeddah.

Menurut informasi dari jaringan di Saudi, pada 26 Januari 2016 pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) menindaknya, bekerja sama dengan kepolisian setempat. Saat ini KJRI sedang menunggu pembebasan 46 TKI yang ditahan untuk dimintai keterangan.

“Karenanya kami minta pemerintah pusat membongkar indikasi perdagangan manusia berkedok pengiriman TKI, mencabut Izin Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang terlibat dan memberi sanksi pidana,” tegasnya.

“Termasuk jika ada oknum pejabat yang terlibat di lini manapun. Rasanya tidak mungkin ada pengiriman TKI jalur ilegal ke luar negeri sebanyak itu, jika tidak ada oknum di lembaga terkait yang terlibat,” tambah dia. (goek)

rekening gotong royong