Jumat
05 Juni 2026 | 1 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Resmikan Pasar Bantengan, Bupati Sugiri Berharap Ekonomi Masyarakat Berputar Lancar

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-09122021

PONOROGO – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko meresmikan pasar tradisional Bantengan yang berada di Desa Mojorejo Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo pada Kamis (9/12/2021). Peresmian yang selalu ramai setiap hari Wage, Legi, dan Pon ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemukulan kentongan di hadapan tamu undangan dan pedagang pasar. Bupati Sugiri mengatakan, dengan pengaktifan pasar tradisional desa atau pasar krempyeng yang sesuai dengan program PPK mampu ditiru oleh desa-desa lainnya.

“Terima kasih atas dimulainya pasar krempyeng, mudah-mudahan di desa lainnya juga ada. Entah di Minggu pagi, Pahing, Legi atau apa biar ekonomi jalan di bawah,” ucapnya usai meresmikan pasar.

Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu juga bercerita bahwa pengaktifan pasar krempyeng ini sesuai dengan pikiran ekonomi kerakyatan ke bawah, yang mana pada zaman dulu pasar krempyeng ada di mana-mana. Maka dari itu, dirinya merasa bersyukur dan bangga.

“Ini klop dengan pikiran ekonomi kerakyatan ke bawah. Zaman kita kecil pasar krempyeng hampir di mana-mana ada, tapi karena sudah terseret peradaban akan nengah ke kota dan ini kembali ke desa,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga berharap akan terjadi perputaran uang di tingkat bawah semakin tinggi, sehingga mampu mengangkat dan meningkatkan kesejahteraan serta perekonomian masyarakat desa.

“Selain itu, akan kita dorong semua desa untuk membuka pasar desa, sehinga akan menguatkan ekonomi masyarakat bawah,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mojorejo, Hermanto, mengatakan ada 86 lapak pedagang yang pembangunanya memakan waktu hanya dalam 2 minggu. Anggaran sudah terpenuhi dari dana desa Rp 80 juta. Pasar yang juga dijuluki Pasar Pring lantaran dibangun memakai bambu ini ditempati pedagang yang berasal dari Desa Mojorejo, Desa Karanggebang, Desa Tegalsari, dan sekitarnya.

“Anggaran dari dana desa dan sampai saat ini belum pernah memungut kepada pedagang dan material yang dipergunakan sementara baru dari bambu. Siapa tahu nanti diparingi atap, namun pemdes tetap siap memperbaiki lapak,” ujar Hermanto. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim Angkat Isu Pemanasan Global dalam Bimtek Legislator se-Indonesia

Fraksi PDI Perjuangan DPRD se-Jawa Timur mengangkat isu pemanasan global dan perubahan iklim dalam Bimtek Fraksi ...
KRONIK

Jalur Sarangan dan Tinap Magetan Butuh Penanganan Segera

MAGETAN – Kondisi infrastruktur dan fasilitas keselamatan jalan di sejumlah titik strategis Kabupaten Magetan ...
KRONIK

Selama Bulan Juni, Bupati Sumenep Imbau ASN Pakai Peci Hitam

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki di lingkungan ...
LEGISLATIF

Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah, Novita Hardini Soroti 3 Persoalan Fundamental Pariwisata

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang harus segera dituntaskan ...
KRONIK

Jamaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Manfaatkan Posko Makanan Gratis yang Disediakan Nila Yani Hardiyanti

GRESIK – Posko makanan gratis yang didirikan Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, ...
HEADLINE

319 Legislator PDIP DPRD se-Jatim Ikuti Bimtek Penguatan Pengawasan APBD di Bali

Sebanyak 319 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti Bimtek ...