Selasa
09 Juni 2026 | 12 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Resmikan Pasar Bantengan, Bupati Sugiri Berharap Ekonomi Masyarakat Berputar Lancar

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-09122021

PONOROGO – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko meresmikan pasar tradisional Bantengan yang berada di Desa Mojorejo Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo pada Kamis (9/12/2021). Peresmian yang selalu ramai setiap hari Wage, Legi, dan Pon ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemukulan kentongan di hadapan tamu undangan dan pedagang pasar. Bupati Sugiri mengatakan, dengan pengaktifan pasar tradisional desa atau pasar krempyeng yang sesuai dengan program PPK mampu ditiru oleh desa-desa lainnya.

“Terima kasih atas dimulainya pasar krempyeng, mudah-mudahan di desa lainnya juga ada. Entah di Minggu pagi, Pahing, Legi atau apa biar ekonomi jalan di bawah,” ucapnya usai meresmikan pasar.

Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu juga bercerita bahwa pengaktifan pasar krempyeng ini sesuai dengan pikiran ekonomi kerakyatan ke bawah, yang mana pada zaman dulu pasar krempyeng ada di mana-mana. Maka dari itu, dirinya merasa bersyukur dan bangga.

“Ini klop dengan pikiran ekonomi kerakyatan ke bawah. Zaman kita kecil pasar krempyeng hampir di mana-mana ada, tapi karena sudah terseret peradaban akan nengah ke kota dan ini kembali ke desa,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga berharap akan terjadi perputaran uang di tingkat bawah semakin tinggi, sehingga mampu mengangkat dan meningkatkan kesejahteraan serta perekonomian masyarakat desa.

“Selain itu, akan kita dorong semua desa untuk membuka pasar desa, sehinga akan menguatkan ekonomi masyarakat bawah,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mojorejo, Hermanto, mengatakan ada 86 lapak pedagang yang pembangunanya memakan waktu hanya dalam 2 minggu. Anggaran sudah terpenuhi dari dana desa Rp 80 juta. Pasar yang juga dijuluki Pasar Pring lantaran dibangun memakai bambu ini ditempati pedagang yang berasal dari Desa Mojorejo, Desa Karanggebang, Desa Tegalsari, dan sekitarnya.

“Anggaran dari dana desa dan sampai saat ini belum pernah memungut kepada pedagang dan material yang dipergunakan sementara baru dari bambu. Siapa tahu nanti diparingi atap, namun pemdes tetap siap memperbaiki lapak,” ujar Hermanto. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Selendang Semanggi Resmi Hadir di Tunjungan, Ikon Kuliner Surabaya Kian Mendunia

Kuliner khas Surabaya, semanggi, kini memiliki pusat kuliner permanen di Jalan Tunjungan. Kehadiran Selendang ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno, Kader PDIP Kota Madiun Nyekar Makam Pahlawan 

MADIUN – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar ziarah dan tabur bunga ...
KRONIK

Safari Gemarikan, Sonny Ajak Masyarakat Tingkatkan Asupan Protein Hewani

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mengajak masyarakat menjadikan ikan menu utama ...
BERITA TERKINI

Diana Sasa Temukan Banyak Mata Air di Lokasi Tambang Sayutan: “Harus Dievaluasi”

MAGETAN – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, turun langsung meninjau lokasi aktivitas tambang di Desa ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Desak Pemerintah Siapkan Mitigasi untuk Lindungi Industri Manufaktur

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendesak pemerintah menyiapkan langkah mitigasi konkret untuk menjaga daya ...
KRONIK

Bupati Ipuk Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Progres 75 Persen

BANYUWANGI – Pemerintah pusat membangun Sekolah Rakyat (SR) di Banyuwangi. Saat ini, progres pembangunannya ...