Senin
31 Agustus 2026 | 5 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Reses di Jember, Eko Yunianto Serap Aspirasi Soal Lingkungan, UMKM, hingga Pendidikan

pdip-jatim-241122-reses-eko-yunianto-1

JEMBER – Anggota DPRD Jawa Timur, Eko Yunianto, memanfaatkan masa reses untuk turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan, Jember, Jumat (21/11/2024).

Dalam resesnya, Eko mendapat masukan sejumlah isu penting. Seperti kerusakan lingkungan, pengembangan UMKM, pendidikan, hingga kebutuhan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas menjadi sorotan utama.

Salah satu isu yang mencuat adalah kerusakan gumuk (bukit pasir) di wilayah Jember. Nanda, warga Ajung, menyampaikan keresahannya terkait penambangan gumuk yang terus berlangsung hingga menyebabkan lahan pertanian menyusut drastis dan debit air tanah berkurang.

Dia menyoroti bahwa sebagian besar gumuk di Jember dikelola secara swasta, sehingga masyarakat kehilangan kontrol terhadap dampaknya.

“Gumuk yang habis ini berdampak langsung pada petani, terutama karena lahan garapan berkurang dan sumber air semakin sulit. Kami butuh perhatian serius untuk masalah ini,” ujarnya.

Masalah serupa juga ditemukan di Pasirian, Lumajang, yang menghadapi persoalan eksploitasi tambang pasir. Kerusakan lingkungan akibat penambangan ini dikeluhkan warga yang khawatir dampaknya pada keberlanjutan hidup mereka.

Menanggapi aspirasi ini, Eko Yunianto berjanji untuk membawa isu lingkungan tersebut ke pembahasan di tingkat provinsi.

Dia juga berencana menginisiasi dialog antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat untuk mencari solusi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Selain isu lingkungan, warga Gumukmas, Supriadi, mengusulkan agar pemerintah memberikan perhatian lebih pada sektor UMKM, khususnya di bidang agribisnis.

Dia berharap adanya bantuan modal usaha dan pelatihan, termasuk untuk modernisasi peternakan. Menurutnya, modernisasi ini sangat penting agar peternak dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

“Bantuan untuk UMKM dan pelatihan modernisasi peternakan sangat kami harapkan. Dengan ini, kami bisa lebih maju dan berdaya saing,” kata Supriadi.

Eko merespons dengan menyatakan komitmennya untuk mendorong pemerintah menyediakan program bantuan yang sesuai kebutuhan.

Dia menegaskan pentingnya mengembangkan UMKM sebagai pilar ekonomi daerah dan berjanji memastikan program ini berjalan hingga ke tingkat akar rumput.

Sementara itu, isu pendidikan juga menjadi perhatian dalam reses ini. Zainal Arifin, warga Wuluhan, mengungkapkan keluhannya terkait rendahnya honor pendidik non-sertifikasi yang hanya sebesar Rp 600 ribu per bulan.

Dia juga minta agar ada jalur beasiswa bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2 ke luar negeri.

“Honor sebesar itu jelas tidak mencukupi, apalagi dengan tanggung jawab yang besar. Selain itu, beasiswa ke luar negeri penting untuk mendukung generasi muda dalam meningkatkan kapasitasnya,” ungkap Zainal.

Dalam kesempatan yang sama, Moh. Zaini, warga Jenggawah, menyoroti minimnya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, terutama di fasilitas pendidikan. Ia meminta agar pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan disabilitas dalam perencanaan pembangunan.

Eko menegaskan bahwa dua hal di bidang pendidikan ini akan menjadi prioritasnya di DPRD. Ia akan mendorong peningkatan kesejahteraan guru non-sertifikasi serta memperjuangkan kebijakan yang mendukung pendidikan inklusif.

Tak hanya itu, persoalan perlakuan terhadap perempuan juga mencuat dalam reses ini. Okta, seorang warga, menyoroti bagaimana perempuan sering menjadi korban politik transaksional, misalnya melalui pembagian atribut seperti seragam Muslimat atau kerudung.

“Perempuan kerap dijadikan alat politik, dan ini sangat merugikan. Harus ada kebijakan yang melindungi perempuan agar tidak terus-menerus menjadi korban,” ujarnya.

Eko Yunianto memastikan seluruh aspirasi yang diterimanya akan diperjuangkan secara serius. Ia berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Jember-Lumajang dan memastikan bahwa suara mereka didengar.

“Kami akan menindaklanjuti semua masukan ini dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait. Selain itu, kami akan menginisiasi forum dialog dengan masyarakat agar setiap solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran,” kata Eko Yunianto. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Apresiasi Kerja Bakti Nasional LDII, Bupati Fauzi: Rawat Semangat Gotong Royong

SUMENEP – Sebanyak 200 orang turun ke lapangan untuk membersihkan area pasar dan makam di Desa Paberasan, Kecamatan ...
KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Boyolangu Tergetkan Menang Tebal pada Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kecamatan ...
KABAR CABANG

140 Pelajar Bubutan Terima PIP, PDIP Ingatkan Bantuan Bukan untuk Kepentingan Orang Tua

SURABAYA — Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima pelajar harus benar-benar digunakan untuk kebutuhan ...
KRONIK

Di Balik Ramainya Muktamar NU, Ada Kisah Jedar dan Robert yang Dapat Pertolongan di Posko Baguna

JOMBANG — Di tengah padatnya aktivitas Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum ...
KRONIK

Banyuwangi Shrimp Fiesta, Upaya Bupati Ipuk Kampanyekan Potensi Udang

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi memiliki beragam potensi perikanan yang terus dikembangkan. Salah satunya ...
KRONIK

Agung Priyanto Soroti Persoalan Desil, Minta PAC dan Ranting Aktif Dampingi Warga

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti persoalan data desil ...