Sabtu
02 Mei 2026 | 8 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Repdem Tuban Investigasi Bansos BPNT, Hasilnya Mencengangkan

pdip-jatim-dpc-tuban-200422-repdem
DPC PDI Perjuangan Tuban mengukuhkan kepengurusan organisasi sayap Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) dan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di kantor DPC, Minggu (5/12/2021). (dok.pdiperjuangan-jatim-com)

TUBAN – Sejumlah aktivis tergabung dalam DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Tuban melakukan investigasi terkait penyaluran bantuan sosial pangan atau bantuan pangan non tunai (BPNT). Hasilnya, sejumlah fakta mengindikasikan ketidaksesuaian pelaksanaan di lapangan dengan ketentuan yang ada.   

Menurut Ketua DPC Repdem Tuban, Karyani, penggalian fakta-fakta di lapangan dilakukan pihaknya di sejumlah desa di Kecamatan Singgahan beberapa hari belakangan ini. Diantaranya Desa Mulyoagung, Lajolor, dan Lajokidul.

Investigasi dilakukan dengan melakukan pengecekan langsung serta wawancara kepada pihak agen atau e-warung, serta keluarga penerima manfaat (KPM) program BPNT. Hasilnya, pelaksanaan penyaluran bantuan terindikasi tidak sesuai ketentuan.

“Fakta-fakta kami temukan di lapangan seperti itu,” kata Karyani.

Karyani lantas menjabarkan garis besar temuannya di lapangan sebagai berikut. Pertama, terkait agen. Antaralain; agen tidak memiliki warung tetap, kios pupuk menjadi agen atau e-warung, serta agen dengan kepemilikan oknum perangkat desa dan atau diatasnamakan keluarga.

Kedua, terkait alur dan distribusi bantuan ditemukan fakta sebagai berikut. Ada sejumlah agen menyatakan mendapatkan pasokan bahan pangan bantuan dari luar kecamatan, itupun dengan harga lebih mahal dari harga pasar. Temuan lain, agen mengaku mendapat pasokan dari tenaga pendamping.  

Sementara distribusi dari agen kepada KPM, bantuan langsung dipaket berupa beras, telur, tahu, tempe dan buah. Bahkan, dari pihak KPM menyatakan mengambil paket bantuan tersebut dari salah seorang oknum kepala dusun.  

“Skema pemaketan barang dilakukan agen-agen secara masif dan sistematis,” terang Karyani.

Hasil investigasi diteruskan pihak Repdem Tuban kepada induk organisasinya, yakni DPC PDI Perjuangan Tuban.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Tuban, Tulus Setyo Utomo, kepada pdiperjuangan-jatim.com, Rabu (20/4/2022), membenarkan para aktivis Repdem telah melakukan pengecekan fakta-fakta dilapangan.

Terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban, Andhi Hartanto mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan hasil investigasi yang dilaksanakan para aktivis Repdem.

Andhi Hartanto yang juga Wakil Ketua DPRD Tuban ini menyatakan, pihaknya akan mengkoordinasikan fakta-fakta tersebut dengan pemkab.

“Kita akan koordinasikan dengan dinas terkait agar segera disesuaikan ketentuan yang ada,” tandasnya. (hs) 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sonny Tinjau Pantai Bimo Banyuwangi, Soroti Sampah Pesisir dan Dorong Wisata Fishing Center

BANYUWANGI – Anggota DPR RI Komisi IV, Sonny T. Danaparamita, melakukan kunjungan serap aspirasi ke kawasan pesisir ...
LEGISLATIF

Untari Dorong Kejar Paket A, B, C untuk Tingkatkan Lama Sekolah di Jatim

Sri Untari dorong program kejar paket A, B, C untuk tingkatkan lama sekolah di Jawa Timur yang masih 13,44 tahun. ...
EKSEKUTIF

Bupati Rijanto Apresiasi Peran Pesantren Al Ma’arif Udanawu Cetak Generasi Berkarakter

Bupati Blitar Rijanto apresiasi MA Ma’arif Udanawu dan Ponpes Al Ma’arif dalam mencetak generasi berkarakter dan ...
HEADLINE

Hardiknas 2026, Deni Wicaksono Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Tantangan Digital di Jatim

Deni Wicaksono soroti ketimpangan pendidikan dan tantangan digital di Jawa Timur pada Hardiknas 2026. SURABAYA — ...
KABAR CABANG

Dialog Dengan KPU, DPC Tulungagung Tekankan Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilu Bersih

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menekan pentingnya pendidikan ...
LEGISLATIF

Hardiknas 2026, Untari Tegaskan Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Peka Masalah Sosial

Sri Untari tegaskan pendidikan harus lahirkan generasi peka sosial di Hardiknas 2026, bukan sekadar unggul ...