NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto dan sejumlah warga merayakan lebaran ketupat atau kupatan dalam suasana penuh kesederhanaan. Perayaan kupatan diselingi salat gaib untuk mendoakan ratusan jenazah rakyat Palestina yang gugur akibat serangan Israel.
Perayaan kupatan digelar di Masjid An-Noor Beran, Kamis (20/5/21), dilaksanakan sejumlah jamaah dan takmir masjid.
“Perayaan Lebaran Ketupat ini adalah tradisi lebaran dari masyarakat Jawa yang telah dilakukan turun-temurun,” ungkap Mas Antok, sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko.
Saat lebaran ketupat, kata dia, ada banyak jenis makanan yang di hidangkan. Selain ketupat, ada lepet, lontong dan lainnya. Sebagai pelengkapnya, sayur kuah bersantan tidak pernah ketinggalan.

Pada acara tersebut, Mas Antok bersama jamaah dan takmir masjid juga menggelar salat gaib berjamaah untuk mendoakan warga Palestina yang gugur akibat serangan Israel. Berbagai sumber menyebutkan, selama sepekan ini ada dua ratusan warga yang gugur akibat serangan tersebut. Dari jumlah itu, sebagian besar adalah warga Palestina.
“Kita menyempatkan diri untuk salat gaib untuk mendoakan saudara muslim kita yang ada di Palestina. Dan semoga di bulan Syawal ini kita selalu diberikan keberkahan,” tutur Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi ini.
Usai menjalankan salat gaib, Mas Antok membaur bersama jamaah untuk menikmati ketupat sayur. Meskipun perayaan kupatan digelar secara sederhana, namun tidak mengurangi khidmatnya lebaran ketupat tahun ini. (mmf/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS