Kamis
04 Juni 2026 | 11 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ratusan Rumpon Nelayan Rusak, Komisi I DPRD Sumenep akan Undang SKK Migas dan HCML

pdip-jatim-darul-hasyim-231020

SUMENEP – Puluhan nelayan dari Desa Giliraja, Kecamatan Giligenting dan Desa Lobuk, Kecamatan Bluto menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumenep, Jawa Timur, Senin (7/2/2022). Dalam aksinya, mereka meminta perusahaan minyak dan gas (migas) Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) bertanggungjawab atas rumpon nelayan yang rusak akibat aktivitas perusahaan tersebut.

Menurut pengunjuk rasa, keberadaan HCML yang melakukan eksploitasi migas di perairan Giliraja dinilai tidak memberikan dampak positif bagi warga, khususnya warga di Pulau Giliraja.

“HCML hanya mementingkan pribadi dan perusahaannya. Selama ini, tidak memberikan manfaat bagi para nelayan,” kata perwakilan nelayan, Syahrul Gunawan.

Syahrul menuturkan, keberadaan HCML di daerahnya hanya menyebabkan kesengsaraan bagi nelayan, sebab akibat aktivitas yang dilakukan HCML ratusan rumpon milik nelayan setempat rusak.

“Rumpon yang rusak ada sebanyak 120 rumpon, dengan rincian 70 rumpon milik nelayan Pulau Giliraja dan 50 rumpon milik nelayan Desa Lobuk,” jelasnya.

Sebab itu, tegas Syahrul, jika dalam waktu dekat ini tetap tidak ada respon dari perusahaan, maka pihaknya akan mendatangi tempat pengeboran. “Jadi, jangan salahkan kami bila bergerak ke lokasi,” ungkapnya.

Para pengunjuk rasa ini ditemui langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath. Saat menemui pendemo, pria yang akrab dipanggil Darul itu berjanji akan menindak lanjuti aspirasi pengunjuk rasa dengan mengundang SKK Migas dan manajamen HCML.

“Artinya forum yang nanti akan kita gelar dipastikan dihadiri oleh pejabat yang berwenang, jangan hanya humas yang tidak full mandat dalam berpendapat,” kata Darul.

Pihaknya berharap ada solusi untuk menyelesaikan pada saat pertemuan nanti. Sebab, Wakabid Kaderisasi dan Ideologi DPC PDI Perjuangan Sumenep ini juga kaget, aktivitas HCML sudah berjalan lama, tapi ada persoalan yang tidak terselesaikan.

“Kalau betul itu terjadi, saya menganggap ini sikap tidak disiplin perusahaan yang beroperasi di Sumenep. Saya berharap ada jalan keluar pada saat pertemuan digelar,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep itu menuturkan, pertemuan antara warga pengunjuk rasa dan SKK Migas, HCML, dan pihak lain yang terkait akan dilaksanakan pada Kamis, 10 Februari 2022.

“Kami akan mengonfirmasi validitas aspirasi yang disampaikan pengunjuk rasa soal kewajiban perusahaan yang belum ditunaikan,” kata Darul, menambahkan.

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Nila Yani: Pertumbuhan Wisman Positif, Saatnya Perkuat Wisatawan Nusantara

Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti mengapresiasi pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara pada ...
SEMENTARA ITU...

PSBI Matangkan Persiapan Liga 4 Jatim, Bidik Prestasi hingga Putaran Nasional

PSBI bersama Asosiasi PSSI dan KONI Kabupaten Blitar mulai mematangkan persiapan menghadapi Liga 4 Jawa Timur 2026. ...
LEGISLATIF

Konflik Galian C di Magetan, DPRD Hentikan Sementara Operasional Tambang demi Redam Gejolak Warga

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengambil langkah taktis dengan menghentikan ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...