Senin
02 November 2026 | 10 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ramadhan, Pedagang Tulungagung Dilarang Buka Lewat Jam Malam, Kecuali Jualan Ini

pdip-jatim-maryoto-060421

TULUNGAGUNG – Mempermudah warga Kota Marmer dalam memperoleh makananan untuk sahur selama Ramadhan, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, memperbolehkan para pedagang berjualan melewati jam malam. Namun mereka tetap harus melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

“Sebaiknya juga saat berjualan pedagang menerapkan take away. Artinya, makanan yang dijual tidak makan di tempat oleh pembeli, tetapi dibungkus agar tidak terjadi kerumunan,” kata Maryoto, Kamis (15/4/2021).

Menurut dia, selama bulan Ramadhan, perberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro tertap berjalan. Termasuk aturan jam malam yang dimulai pukul 21.00 WIB. “Tetapi untuk pedagang makanan sahur ada pengecualian,” tuturnya.

Kader PDI Perjuangan ini selanjutnya menandaskan untuk ibadah salat tarawih juga diperbolehkan dilaksanakan secara berjamaah di masjid dan mushola. Namun harus memenuhi ketentuan jumlah jamaah hanya sampai 50 persen kapasitas tempat ibadah.

“Yang dilarang dan tidak diperbolehkan itu ronda malam, atau kegiatan ronda untuk membangunkan orang sahur. Itu tidak boleh,” sambung dia.

Untuk kegiatan Pondok Ramadhan yang biasa diselenggarakan oleh sekolah, Bupati Maryoto Birowo juga menyarankan agar dilakukan dengan cara virtual saja. Tidak dengan tatap muka.

Apalagi sampai saat ini di Kabupaten Tulungagung belum diselenggarakan pembelajaran tatap muka di sekolah. “Pembelajaran tatap muka baru akan dilakukan pada bulan Juli mendatang,” terang Maryoto.

Sementara itu, bagi pedagang yang belum divaksinasi Covid-19, mantan Wabup Tulungagung ini menyebut Pemkab Tulungagung akan kembali memprioritaskan vaksinasi pada pedagang, utamanya pedagang makanan dan pakaian. Terlebih saat ini sudah bulan puasa dan menjelang Lebaran.

“Pedagang di Pasar Ngemplak dan Pasar Wage kan sudah divaksin. Itu harus dikembangkan terus untuk menyasar pedagang lainnya. Pasti sekarang sudah terjadi banyak transaksi antara penjual dan pembeli,” sebutnya.

Ia berharap vaksinasi Covid-19 bagi para pedagang tersebut dapat berjalan sesuai harapan. Meski semuanya tergantung dari ketersediaan vaksin yang dikirim ke Tulungagung. (atu)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Menghidupkan Kembali Api Perjuangan Arek-Arek Surabaya

SEBUAH permainan bola berlangsung riang di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Seorang pemuda bernama Soegiharto ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...
LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...