Jumat
19 Juni 2026 | 6 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ramadhan, Pedagang Tulungagung Dilarang Buka Lewat Jam Malam, Kecuali Jualan Ini

pdip-jatim-maryoto-060421

TULUNGAGUNG – Mempermudah warga Kota Marmer dalam memperoleh makananan untuk sahur selama Ramadhan, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, memperbolehkan para pedagang berjualan melewati jam malam. Namun mereka tetap harus melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

“Sebaiknya juga saat berjualan pedagang menerapkan take away. Artinya, makanan yang dijual tidak makan di tempat oleh pembeli, tetapi dibungkus agar tidak terjadi kerumunan,” kata Maryoto, Kamis (15/4/2021).

Menurut dia, selama bulan Ramadhan, perberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro tertap berjalan. Termasuk aturan jam malam yang dimulai pukul 21.00 WIB. “Tetapi untuk pedagang makanan sahur ada pengecualian,” tuturnya.

Kader PDI Perjuangan ini selanjutnya menandaskan untuk ibadah salat tarawih juga diperbolehkan dilaksanakan secara berjamaah di masjid dan mushola. Namun harus memenuhi ketentuan jumlah jamaah hanya sampai 50 persen kapasitas tempat ibadah.

“Yang dilarang dan tidak diperbolehkan itu ronda malam, atau kegiatan ronda untuk membangunkan orang sahur. Itu tidak boleh,” sambung dia.

Untuk kegiatan Pondok Ramadhan yang biasa diselenggarakan oleh sekolah, Bupati Maryoto Birowo juga menyarankan agar dilakukan dengan cara virtual saja. Tidak dengan tatap muka.

Apalagi sampai saat ini di Kabupaten Tulungagung belum diselenggarakan pembelajaran tatap muka di sekolah. “Pembelajaran tatap muka baru akan dilakukan pada bulan Juli mendatang,” terang Maryoto.

Sementara itu, bagi pedagang yang belum divaksinasi Covid-19, mantan Wabup Tulungagung ini menyebut Pemkab Tulungagung akan kembali memprioritaskan vaksinasi pada pedagang, utamanya pedagang makanan dan pakaian. Terlebih saat ini sudah bulan puasa dan menjelang Lebaran.

“Pedagang di Pasar Ngemplak dan Pasar Wage kan sudah divaksin. Itu harus dikembangkan terus untuk menyasar pedagang lainnya. Pasti sekarang sudah terjadi banyak transaksi antara penjual dan pembeli,” sebutnya.

Ia berharap vaksinasi Covid-19 bagi para pedagang tersebut dapat berjalan sesuai harapan. Meski semuanya tergantung dari ketersediaan vaksin yang dikirim ke Tulungagung. (atu)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Kondisi Geopolitik Timur Tengah jadi Tantangan Penyelenggaraan Haji ke Depan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah perihal tantangan ...
LEGISLATIF

Selaraskan Aturan Pusat, DPRD dan DPMD Jombang Bakal Revisi Perda Pilkades

JOMBANG – Komisi A DPRD Kabupaten Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pemberdayaan ...
KRONIK

Bertemu Mensos, Bupati Ipuk Laporkan Progres Sekolah Rakyat dan Digitalisasi Perlinsos

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bertemu Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, di Kantor ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Apresiasi Raperda Pembentukan Lima Desa Baru, Soroti Kesiapan SDM dan Kemampuan Fiskal Pemkab Ponorogo

PONOROGO – Fraksi PDI Perjuangan maPAN DPRD Kabupaten Ponorogo menyatakan dukungannya terhadap pembentukan lima ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Turonggo Yakso Tampil di Korsel, Perkuat Diplomasi Budaya dan Pariwisata Trenggalek

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong promosi budaya dan ekonomi kreatif Trenggalek melalui ...
KABAR CABANG

DPC Lamongan Gelar Lomba Sinematografi AI, Begini Cara Daftarnya

LAMONGAN – Menyambut Bulan Bung Karno 2026, DPC PDI Perjuangan Lamongan akan Gelar Lomba Video AI (Artificial ...