Sabtu
11 Juli 2026 | 9 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ramadhan, Pedagang Tulungagung Dilarang Buka Lewat Jam Malam, Kecuali Jualan Ini

pdip-jatim-maryoto-060421

TULUNGAGUNG – Mempermudah warga Kota Marmer dalam memperoleh makananan untuk sahur selama Ramadhan, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, memperbolehkan para pedagang berjualan melewati jam malam. Namun mereka tetap harus melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

“Sebaiknya juga saat berjualan pedagang menerapkan take away. Artinya, makanan yang dijual tidak makan di tempat oleh pembeli, tetapi dibungkus agar tidak terjadi kerumunan,” kata Maryoto, Kamis (15/4/2021).

Menurut dia, selama bulan Ramadhan, perberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro tertap berjalan. Termasuk aturan jam malam yang dimulai pukul 21.00 WIB. “Tetapi untuk pedagang makanan sahur ada pengecualian,” tuturnya.

Kader PDI Perjuangan ini selanjutnya menandaskan untuk ibadah salat tarawih juga diperbolehkan dilaksanakan secara berjamaah di masjid dan mushola. Namun harus memenuhi ketentuan jumlah jamaah hanya sampai 50 persen kapasitas tempat ibadah.

“Yang dilarang dan tidak diperbolehkan itu ronda malam, atau kegiatan ronda untuk membangunkan orang sahur. Itu tidak boleh,” sambung dia.

Untuk kegiatan Pondok Ramadhan yang biasa diselenggarakan oleh sekolah, Bupati Maryoto Birowo juga menyarankan agar dilakukan dengan cara virtual saja. Tidak dengan tatap muka.

Apalagi sampai saat ini di Kabupaten Tulungagung belum diselenggarakan pembelajaran tatap muka di sekolah. “Pembelajaran tatap muka baru akan dilakukan pada bulan Juli mendatang,” terang Maryoto.

Sementara itu, bagi pedagang yang belum divaksinasi Covid-19, mantan Wabup Tulungagung ini menyebut Pemkab Tulungagung akan kembali memprioritaskan vaksinasi pada pedagang, utamanya pedagang makanan dan pakaian. Terlebih saat ini sudah bulan puasa dan menjelang Lebaran.

“Pedagang di Pasar Ngemplak dan Pasar Wage kan sudah divaksin. Itu harus dikembangkan terus untuk menyasar pedagang lainnya. Pasti sekarang sudah terjadi banyak transaksi antara penjual dan pembeli,” sebutnya.

Ia berharap vaksinasi Covid-19 bagi para pedagang tersebut dapat berjalan sesuai harapan. Meski semuanya tergantung dari ketersediaan vaksin yang dikirim ke Tulungagung. (atu)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Said Abdullah Desak Pemerintah Segera Cairkan DBH Rp132 Triliun untuk Ringankan Tekanan Fiskal Daerah

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mendesak pemerintah segera mencairkan dana bagi hasil kurang salur Rp132 triliun ...
KRONIK

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sampang, Hj. Ansari Desak Penuntasan Hukum

PAMEKASAN – Kasus kekerasan seksual terhadap anak yang mengguncang Kabupaten Sampang, mendapat perhatian dari ...
KRONIK

Rumah Baca Bringinan Ponorogo, 11 Tahun Memberdayakan Masyarakat

PONOROGO – Kebiasaan menyisihkan uang receh sejak usia dini terus dipertahankan di Desa Bringinan, Kecamatan ...
KRONIK

Ketua DPRD Tulungagung Gandeng Mahasiswa UGM Galakkan Program Tanam Kopi

TULUNGAGUNG – Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Minta Pengaturan Fasilitasi Reses Diperjelas

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim meminta pengaturan fasilitasi reses dalam Raperda dirumuskan lebih jelas agar ...
KOLOM

Politik yang Tumbuh dari Tradisi Belajar

DI tengah politik yang semakin cepat bergerak, ukuran keberhasilan seorang politisi kerap disederhanakan pada ...