Sabtu
15 Agustus 2026 | 8 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Punya Sejarah Panjang, Megawati Dorong Hubungan Indonesia dan Tiongkok Terus Ditingkatkan

pdip-jatim-250709-RRT-MSP-Menteri-Liu-1

BEIJING – Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Prof.Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri bertemu dan berdialog hangat dengan Menteri Departemen Hubungan Internasional Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (IDCPC), Liu Jianchao di kantor IDCPC, Beijing, Rabu (9/7/2025).

Megawati yang mengenakan tenun ikat memberi hormat kepada sejumlah anak yang menyambutnya dengan tepuk tangan di lobi.
Dengan sabar dia menyalami mereka satu per satu. Bahkan Megawati memanggil penerjemah untuk memperlancar dialog dengan anak yang menarik perhatiannya.

Megawati dan rombongan menikmati sejumlah penampilan seni. Acara diakhiri dengan dirinya diberi sebuah lukisan bunga mawar berwarna merah.

Megawati membuka dialog dengan menyinggung batik yang dipakai Menteri Liu.

Awal Januari 2025 lalu, Megawati menerima kunjungan Menteri Liu di kediamannya, di Menteng, Jakarta Pusat. Saat itu, Megawati memberi batik ke Menteri Liu.

Megawati senang dengan batik yang sekarang dipakai Menteri Liu, yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia periode 2012-2014.

“Tadi dari mobil saya lihat, saya tertawa sendiri. Saya sangat ingat di rumah saya, dan Anda sekarang memakai batik. Lalu saya bilang pada diri saya, ternyata bapak lebih ganteng kalau pakai batik,” ucap Megawati yang membuat Menteri Liu tertawa.

Megawati mengatakan dirinya memiliki pengalaman khusus dengan Tiongkok karena sewaktu kecil diajak ayahandanya Presiden Pertama RI Soekarno melawat ke Beijing.

“Saya mengatakan kalau saya pergi ke Tiongkok saya merasa pergi ke rumah saya lagi,” ujar Megawati.

“Saya banyak sekali mengenal Tiongkok itu dari bapak saya, Bung Karno,” tuturnya.

Megawati meminta hubungan kedua negara terus ditingkatkan mengingat sejarah panjang kedua negara termasuk saat pemerintah RRT mengutus Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Zhou Enlai di Konferensi Asia Afrika, tahun 1955.

“Makanya jalinan hubungan ini menurut saya selalu harus diteruskan. Maksud saya tak hanya dari dulu sampai sekarang, tapi harus diteruskan dalam rangka peradaban yang akan terus menerus juga dialami oleh generasi antara Tiongkok dan Indonesia,” kata Megawati.

Dia mengapresiasi atas surat dan pesan yang telah disampaikan dari Presiden Xi Jinping kepadanya. Termasuk undangan untuk hadir ke Beijing yang sayangnya tidak bisa dipenuhi karena kondisi Covid-19 dan kesibukan Megawati di tanah air.

Dialog keduanya berlangsung hangat. Megawati dan Menteri Liu kemudian saling bertukar cenderamata berupa buku.

Megawati Soekarnoputri tiba di Beijing, pada Selasa (8/7/2025) malam waktu setempat. Di Beijing, Megawati diagendakan antara lain menghadiri dan berbicara pada forum Dialog Peradaban Global. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan Minta Pemerintah Gerak Cepat Tangani Korban Gempa NTT

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang mengguncang ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Bersama 10 PAC Gelar Musyawarah Ranting

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro bersama 10 PAC menggelar musyawarah ranting ...
SEMENTARA ITU...

Khitan Massal Pemkot Surabaya Libatkan Anak Lintas Agama, Eri: Ini Wujud Gotong Royong

SURABAYA – Semangat gotong royong dan toleransi mewarnai khitan massal yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Harap Paskibraka Trenggalek Jadi Pelopor bagi Generasi Muda

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin meminta 72 anggota Paskibraka 2026 tidak berhenti pada tugas ...
SEMENTARA ITU...

APBD Surabaya 2027 Diproyeksikan Rp15 Triliun, Lebih dari Rp1 Triliun untuk Atasi Genangan

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Surabaya memproyeksikan APBD 2027 mencapai sekitar Rp15 triliun. Dari ...
RUANG MERAH

Merawat Rumah Bernama Indonesia

ADA sebuah rumah yang diwariskan kepada kita. Rumah itu tidak dibangun dengan mudah. Ada air mata, darah, keringat, ...