Kamis
04 Juni 2026 | 1 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puluhan Siswa SDN di Porong Di-DO Mendadak, PAC dan Fraksi Dampingi Wali Siswa

IMG-20250816-WA0031_copy_454x310

SIDOARJO – Sejumlah pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo mendatangi SDN Candi Pari 2, Sabtu (16/8/2025).

Kedatangan mereka bersama sejumlah wali siswa, mempertanyakan kebijakan sekolah yang tiba-tiba menyatakan belasan Siswa diberhentikan (DO, drop out) dari sekolah tersebut.

Ketua PAC PDI Perjuangan Porong, Manunggal, di sela mendampingi warga menyampaikan, pihaknya menerima pengaduan dari sejumlah wali siswa terkait hal itu.

“Ada dua sekolah dasar negeri yang memberhentikan secara sepihak puluhan pelajar kelas 1,” kata Manunggal.

Rinciannya, kata dia, dari SDN Candipari II sebanyak 14 siswa dan SDN Kesambi I, 12 siswa.

“Proses belajar mengajar sudah berjalan beberapa bulan. Ada apa ini tiba-tiba siswa diberhentikan?” kata Manunggal sembari menyampaikan peristiwa itu kepada DPC PDI Perjuangan Sidoarjo.

Plt Ketua DPC Sidoarjo Hari Yulianto meneruskan laporan tersebut kepada Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sidoarjo.

Informasi ditanggapi dengan sigap oleh pihak dewan. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sidoarjo, Tarkit Erdianto bersama Kasipah dan sejumlah koleganya dari lintas fraksi seketika turun dan hadir ke sekolah tersebut.

Menurut salah seorang wali siswa, keputusan pihak sekolah menyatakan anaknya tidak bisa melanjutkan sekolah di SDN Candipari karena alasan kuota.

“Kami wali siswa diundang ke sekolah kemarin. Pihak sekolah menyampaikan anak kami tidak dapat sekolah lagi di sini,” katanya.

Kedatangan wali siswa dan sejumlah anggota dewan ditemui para guru. Namun kepala sekolah tidak sedang di tempat. Informasi dari pertemuan tersebut, langkah sekolah karena ada arahan dari Dinas Pendidikan.

Pada kesempatan itu, Kasipah menegaskan Komisi D DPRD Sidoarjo bakal memanggil pihak-pihak terkait termasuk dinas pendidikan untuk rapat dengar pendapat.

“Kalau alasan batasan kuota, kenapa tidak dari dulu. Para siswa ini sudah diterima, membayar seragam dan sebagainya, tiba-tiba diberhentikan,” katanya.

Adapun solusi sementara, para siswa bisa tetap masuk sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar. “Kami akan kawal persoalan ini,” kata Kasipah. (Ian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Konflik Galian C di Magetan, DPRD Hentikan Sementara Operasional Tambang demi Redam Gejolak Warga

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengambil langkah taktis dengan menghentikan ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...
KRONIK

DPD PDI Perjuangan Jatim akan Tutup Musancab dengan Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan mengisi rangkaian peringatan “Bulan Bung Karno” dengan aksi penanaman ...