Sabtu
02 Mei 2026 | 7 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PT KAI Bangun Patung Soekarno, PDI Perjuangan Sampaikan Terima Kasih

pdip-jatim-210930-patung-bung-karno-hasto

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa kehadiran patung Proklamator RI yang dibangun PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kota Semarang semakin memperkuat getaran kehadiran Putra Sang Fajar di tengah-tengah masyarakat.

Harapannya, masyarakat Indonesia terus berjuang mewujudkan cita-cita pendiri bangsa, yakni Indonesia Raya yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Hasto juga menyatakan seluruh jajaran DPP PDI Perjuangan berterima kasih kepada PT KAI serta warga masyarakat Semarang atas dibangunnya patung Soekarno tersebut.

“Bagi PDI Perjuangan, PT KAI akan selalu menjadi bagian dari sejarah bangsa,” kata Hasto, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Megawati Pun Terharu Saat Resmikan Patung Bung Karno di Semarang

PT KAI jadi bagian dari sejarah bangsa, terang Hasto, karena di masa-masa awal kemerdekaan, tepatnya 3 Januari 1946, Soekarno-Hatta melakukan perjalanan ‘hijrah’ bersejarah ke Yogyakarta menumpangi kereta api.

Menurutnya, perjalanan tersebut tak mudah dilakukan di tengah kuatnya pengawasan penjajah Belanda yang masih berjejak di Nusantara saat itu, namun berhasil diwujudkan.

Hasto juga menegaskan bagaimana Bung Karno memiliki sejarah khusus dengan jawatan kereta api. Dalam masa sulit, paparnya, Bung Karno pernah bekerja di Perusahaan Kereta Api Belanda di Jawa Timur.

Hubungan emosional telah terbangun ketika Bung Karno menjadi buruh di perusahaan kereta api tersebut.

“Karena itulah kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi juga kepada Menteri BUMN Erick Thohir sehingga Patung Bung Karno dapat berdiri kokoh di Semarang,” lanjut Hasto.

Patung Bung Karno yang diresmikan itu merupakan bagian dari pekerjaan penataan kawasan stasiun Tawang, Area Kota Lama, Semarang.

Satu pekerjaan adalah plasa patung Bung Karno, dua lainnya adalah pembangunan masjid stasiun yang bisa menampung 1.000 jamaah dan pembangunan gate-in/gate-out.

Patung Bung Karno itu sendiri dibuat oleh seniman I Nyoman Nuarta setinggi 14 meter. Lokasinya dikelilingi air karena dibangun di atas polder yang terletak di area Stasiun Tawang.

Digadang-gadang bahwa patung ini akan menjadi patung Bung Karno yang tertinggi di dunia.

Direksi dan mantan petinggi PT KAI juga hadir di acara itu. Termasuk Direktur Utama Didiek Hartyanto dan mantan Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Sementara Walikota Semarang Hendrar Prihadi bersama wakilnya Hevearita G Rahayu hadir bersama unsur Forkopimda setempat. Kader PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia juga hadir di acara itu secara virtual dari seluruh Indonesia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sonny Tinjau Pantai Bimo Banyuwangi, Soroti Sampah Pesisir dan Dorong Wisata Fishing Center

BANYUWANGI – Anggota DPR RI Komisi IV, Sonny T. Danaparamita, melakukan kunjungan serap aspirasi ke kawasan pesisir ...
LEGISLATIF

Untari Dorong Kejar Paket A, B, C untuk Tingkatkan Lama Sekolah di Jatim

Sri Untari dorong program kejar paket A, B, C untuk tingkatkan lama sekolah di Jawa Timur yang masih 13,44 tahun. ...
EKSEKUTIF

Bupati Rijanto Apresiasi Peran Pesantren Al Ma’arif Udanawu Cetak Generasi Berkarakter

Bupati Blitar Rijanto apresiasi MA Ma’arif Udanawu dan Ponpes Al Ma’arif dalam mencetak generasi berkarakter dan ...
HEADLINE

Hardiknas 2026, Deni Wicaksono Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Tantangan Digital di Jatim

Deni Wicaksono soroti ketimpangan pendidikan dan tantangan digital di Jawa Timur pada Hardiknas 2026. SURABAYA — ...
KABAR CABANG

Dialog Dengan KPU, DPC Tulungagung Tekankan Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilu Bersih

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menekan pentingnya pendidikan ...
LEGISLATIF

Hardiknas 2026, Untari Tegaskan Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Peka Masalah Sosial

Sri Untari tegaskan pendidikan harus lahirkan generasi peka sosial di Hardiknas 2026, bukan sekadar unggul ...