Minggu
30 Agustus 2026 | 2 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Prihatin 2 Warga Jember Disinyalir Jadi Korban TPPO, Indi Naidha Tekankan Pentingnya Sosialisasi Soal Kerja di LN

pdip-jatim-250405-indi-naidha

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Jember Indi Naidha, SH menyatakan prihatin atas munculnya informasi dua warga Jember yang disinyalir menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.

Keprihatinan ini dia ungkapkan setelah menerima informasi soal tersebut dari Nadifa, Ketua DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jember.

Menurut Nadifa yang juga aktivis Repdem, dua warga Jember tersebut berasal dari Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember. Saat ini, dia mendampingi ibu korban melaporkan ke Polres Jember.

Selain upaya lapor ke polisi, aktifis perempuan ini juga berupaya minta bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Pasalnya kedua korban itu salah satunya sedang sakit dan butuh bantuan medis dengan cepat.

Indi Naidha mengatakan, informasi dari Ketua SBMI itu diharapkan menjadi atensi khusus pemerintah Indonesia, dan Pemkab Jember.

Legislator dari PDI Perjuangan ini juga menekankan pentingnya sosialiasi terhadap warga Indonesia untuk tidak memilih Myanmar, Thailand dan Kamboja sebagai tujuan bekerja di luar negeri (LN).

Apalagi kata Indi beberapa waktu lalu Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding saat rapat kerja bersama komisi III DPR RI menyatakan agar warga Indonesia menghindari dan tak ambil peluang untuk bekerja di Myanmar, Thailand dan Kamboja.

Alasannya, pemerintah Indonesia tidak pernah bekerja sama untuk penempatan tenaga kerja di kedua negara itu.

“Ini semua kan karena kondisi perekonomian saat ini. Sehingga banyak warga Indonesia, dan khususnya warga Kabupaten Jember memilih bekerja di luar negeri agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya,” jelas Indi Naidha via saluran telepon kepada pewarta media ini di Jember, kemarin.

Politisi muda kelahiran Banyuwangi ini menyebutkan, sosialisasi dan pemahaman di konteks ini sangat penting. Proses administrasi bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri melalui agen-agen penyalur jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI), tegasnya, harus diperketat agar tidak menjadi korban TPPO.

“Tak hanya warga saja yang diberikan pemahaman, tapi perusahaan-perusahaan yang menyalurkan TKI-TKI ke luar negeri itu juga harus diawasi juga agar tak sembarangan mengirim warga Indonesia,” tuturnya. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...
KRONIK

Wujud Kepedulian, Hj. Ansari Salurkan 116 Unit Bantuan ATENSI Kemensos di Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyalurkan 116 unit bantuan alat bantu fisik bagi ...
KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pucanglaban Dikukuhkan, Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Ajak Generasi Muda Terlibat Kelola Sampah

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus melakukan sosialisasi dan mengajak berbagai elemen ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Senori, Minta Pemkab Tak Lambat Respon Kekeringan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menerjunkan tim Badan Penanggulangan Bencana ...