Sabtu
19 September 2026 | 2 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PPKM Level 2, ASN Tulungagung Kembali WFO 100%, Siswa Sekolah PTM 50%

pdip-jatim-maryoto-040621

TULUNGAGUNG – Penurunan level 2 dalam penerapan PPKM di Kabupaten Tulungagung membuat Bupati Maryoto Birowo mengambil beberapa kebjikan baru. Salah satunya menghapus kebijakan work from home (WFH) bagi ASN setempat dan memperbolehkan kembali siswa untuk melakukan pembelajaran tatap muka meski dengan terbatas 50 persen

“Karena Tulungagung sudah level 2, otomatis untuk ASN mengikuti. Minggu depan sudah masuk kantor semua tanpa ada WFH,” ujar Maryoto di Pendopo Kongas Arum Kusuamning Bongso, Selasa (8/3/2022).

Menurut kader PDI Perjuangan ini, sesuai Inmendagri Nomor 15 Tahun 2022, Kabupaten Tulungagung menerapkan PPKM level 2.

Itu artinya bagi ASN bisa dilakukan kebijakan work from office (WFO) 100 persen. Tidak lagi WFO 50 persen seperti saat menerapkan PPKM level 3.

“Nanti kami akan buatkan surat edarannya. Surat edaran ini agar ASN kembali bekerja di kantor secara penuh,” tuturnya.

Maryoto membeberkan untuk pelaksanaan pembelajaran di sekolah sudah bisa dilakukan dengan tatap muka. Namun pembelajaran tatap muka tersebut masih dibatasi 50 persen.

“Sedang untuk cafe dan karaoke kendati saat ini sudah turun level, tetap harus menjaga jam operasional sesuai level 2. Pukul 22.00 WIB sudah harus selesai. Kalau itu dilanggar, seperti yang dilakukan di kota besar bisa-bisa dilakukan penutupan,” tegas dia.

Maryoto mengatakan, penurunan level PPKM dari level 3 menjadi level 2 patut diapresiasi. Penurunan level tersebut merupakan hasil kerja dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung yang didukung semua elemen masyarakat dan media massa.

“Terima kasih semuanya. Termasuk pada media massa yang terus menyosialisaskan pada masyarakat terkait betapa pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi Covid-19,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Bupati Maryoto, kasus Covid-19 di Tulungagung sudah mengalami penurunan atau pelandaian. Termasuk puncak kasus yang sudah terlewati.

“Ini yang menjadi indikator mengapa Tulungagung kembali turun level 2. Apalagi untuk vaksinasi sudah mencapai 90 persen dan untuk lansia juga sudah mendekati 90 persen,” pungkas Maryoto. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

2 Bulan Sumur Warga Wonocolo Bojonegoro Mengering, Lasmiran Kirim Air Bersih

BOJONEGORO – Krisis air bersih melanda warga Desa Hargomulyo dan Wonocolo Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Kader PDI ...
LEGISLATIF

Darmadi Apresiasi Warung Kopi Perda, Buka Ruang Aspirasi Warga Lebih Dekat

MALANG – Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi mengapresiasi hadirnya Warung Kopi Perda sebagai ruang baru untuk ...
KRONIK

Konsolidasi Internal di Situbondo, Bahas Karhutla hingga Kekeringan

SITUBONDO – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang kerap terjadi di musim kemarau, ...
EKSEKUTIF

Lindungi Peternak Blitar, Rijanto Gandeng Pemkab Sumenep

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menggandeng Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk membuka peluang penguatan pasokan dan ...
LEGISLATIF

Novita Minta Uji Kesiapan Teknis Sebelum Ekspor Satu Pintu Diterapkan

SEMARANG – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menekankan pentingnya uji kesiapan teknis dan operasional ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Sahkan Perda Jaminan Sosial, Pedagang Kecil dan Nelayan Bisa Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

TRENGGALEK – DPRD Kabupaten Trenggalek bersama pemerintah daerah memperkuat perlindungan pekerja melalui Peraturan ...