Kamis
23 April 2026 | 10 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Posko Pandegiling Peringati Tragedi 27 Juli

1532718232-picsay

 

Peringatan Kudeta 27 Juli 1996, atau dikenal dengan peristiwa Kuda Tuli, di Posko Pandegiling, Surabaya, Jumat (27/7/2018) malam.

Surabaya – Tragedi Kudeta 27 Juli 1996, atau dikenal dengan peristiwa Kuda Tuli, diperingati di Posko Pandegiling, Surabaya, Jumat (27/7/2018) malam. Peringatan Kuda Tuli ke 22 Tahun ini dihadiri ratusan anggota, kader, dan simpatisan PDI Perjuangan dari Surabaya dan sejumlah kota di Jawa Timur.

Sejumlah tokoh dan sesepuh PDI Perjuangan juga hadir, seperti L. Seopomo, Pudjo Basuki, Nanang Budi, serta pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur SW. Nugroho.

Massa yang dikenal dengan Pro Mega ini larut dalam alunan lagu-lagu perjuangan demokrasi, yang dilantunkan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Surabaya, diantaranya lagu Bongkar dan Bento karya Iwan Fals.

Ketua Panitia Peringatan Tragedi 27 Juli 1996, Suwari mengatakan, peringatan yang sederhana ini diharapkan mampu mengingatkan kembali dan merefleksikan nilai-nilai perjuangan para pendahulu dalam menegakkan Pancasila, UUD 1945, serta nilai-nilai demokrasi yang telah digali dan dicetuskan para pendiri bangsa.

“Semoga kita yang hadir di sini selalu diingatkan akan nilai-nilai perjuangan kita 22 tahun lalu,” kata Suwari.

Posko di Jalan Pandegiling 223 Surabaya ini, menjadi salah satu saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia dalam memperjuangkan demokrasi dan keadilan, ditengah tirani dan cengkeraman kekuatan pemerintahan Orde Baru.

Tragedi Kudeta 27 Juli 1996, atau dikenal dengan peristiwa Kuda Tuli, diperingati di Posko Pandegiling, Surabaya, Jumat (27/7/2018) malam. 

Posko Pandegiling juga merupakan cikal bakal perjuangan PDI Pro Mega, yang ditandai dengan berdirinya mimbar bebas, yang akhirnya diikuti oleh Pro Mega yang ada di Jakarta.

Di Posko Pandegiling ini pula, lahir aksi Cap Jempol Darah Perjuangan Nasional, sebagai manifestasi PDI Pro Megawati, dalam mencari keadilan dan kebenaran.

Pada 27 Juli 1996 kantor DPP PDI pimpinan Megawati Soekarnoputri di Jakarta, diserbu kelompok PDI pimpinan Soerjadi yang didukung Soeharto dan pemerintahan Orde Barunya, termasuk ABRI. Pada 28 Juli 1996, Posko Pandegiling juga menjadi sasaran penyerbuan yang didalangi pemerintah otoriter Soeharto dan Orde Barunya.

Pada peringatan peristiwa 27 Juli, Pudjo Basuki, tokoh sekaligus sesepuh PDI Perjuangan, didaulat untuk menyampaikan refleksi, atas peristiwa yang menjadi tonggak lahirnya reformasi dan perjuangan menegakkan demokrasi serta keadilan.

“Disinilah lahir aksi cap jempo darah, yang menjadi simbol perjuangan menegakkan kebenaran, keadilan dan demokrasi,” seru Pudjo Basuki.

Pudjo juga menyoroti perjalanan reformasi yang sudah kehilangan arah, karena dikendalikan oleh pihak-pihak yang punya kepentingan untuk dirinya sendiri.

“Amandemen UUD 1945 yang sampai 4 kali, adalah bukti reformasi yang kehilangan arah, dan dimanfaatkan oleh para sengkuni,” seru Pudjo.

Sesepuh PDI Perjuangan yang merupakan mantan Anggota DPR RI, L. Soepomo, mengajak generasi muda PDI Perjuangan untuk mengambil nilai positif dari peristiwa 27 Juli 1996.

“Mari kita ambil hikmah dari 27 Juli apa yang positif, dan kita tinggalkan yang negatif,” kata Soepomo.

Soepomo juga menyoroti banyaknya kepala daerah dan wakil rakyat yang terjerat korupsi. Ia mengajak kader PDI Perjuangan agar tidak sampai tersangkut kasus korupsi, yang itu justru mengkhianati rakyat.

“Kita harus prihatin dengan maraknya korupsi, dan ini harus jadi perhatian kita semua agar tidak terlibat kasus korupsi,” ujarnya.

Selain refleksi dan doa bersama untuk para pejuang demokrasi, peringatan Kuda Tuli juga ditandai dengan penyalaan lilin, mencium bendera Merah Putih, dan pemotongan Tumpeng.(Srilambang)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Ratusan Kasus Narkoba Menghantui Lumajang, Desa Tunjungrejo Perkuat Ketahanan Lewat Penyuluhan Hukum

LUMAJANG – Memajukan desa tak sekadar membangun infrastruktur. Juga bagaimana pembangunan sumber daya manusia (SDM) ...
KABAR CABANG

Ficky Septalinda: Sinergi Tiga Pilar Partai, Strategi Mencapai Kemenangan Kontestasi Politik

BANYUWANGI – Menjaga soliditas dan kekompakan tiga pilar Partai menjadi strategi dan kunci utama PDI Perjuangan ...
KRONIK

Erma Inisiasi Program Nelayan Ramah Lingkungan di Pantai Sidem Tulungagung

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menginisiasi program nelayan tanah ...
LEGISLATIF

Fery Sudarsono Serahkan 10 Ribu Bibit Buah, Dorong Kemandirian Pangan Warga Madiun

MADIUN – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono membagikan 10 ribu bibit tanaman produktif kepada masyarakat di ...
KRONIK

Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemkab Ngawi Petakan Sawah Rentan Terdampak dan Percepat Tandur 

NGAWI – Sejumlah langkah antipasi dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menghadapi ancaman kemarau ekstrem ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Dukung Verval Data Kemiskinan, Minta Penempatan ASN Tepat dan Libatkan RT/RW

DPRD Jember dukung verval data kemiskinan, minta penempatan ASN efektif dan libatkan RT/RW agar bantuan tepat ...