SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya bakal memasang alarm di setiap Balai RW. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keamanan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, alarm di setiap balai RW akan difungsikan sebagai penanda jika terjadi ancaman atau gangguan di wilayah tertentu.
“Nanti, insya Allah kita akan anggarkan dan diskusi dengan DPRD. Jadi, setiap balai RW akan ada alarm,” ungkap Eri Cahyadi, saat bersama Forkopimda memimpin patroli gabungan pada Sabtu malam lalu.
“Ketika ada yang berbuat rusuh, alarm akan dibunyikan sehingga seluruh warga di wilayah itu akan bergerak untuk menjaga Kota Surabaya,” jelasnya, dikutip Senin (8/9/2025).
Dia menegaskan bahwa keamanan dan kemakmuran Surabaya tidak hanya ditentukan pemerintah, melainkan hasil kerja sama seluruh warganya.
“Surabaya yang menjaga bukan wali kotanya. Surabaya bisa makmur bukan karena wali kotanya, tapi karena gotong royong orang Surabaya,” ujar Eri.
Dia juga mengapresiasi inisiatif masyarakat yang telah membentuk Pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM Swakarsa) di setiap RW. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bukti nyata budaya gotong royong dan kekompakan khas warga Surabaya.
“Artinya seluruh kampung yang ada hari ini sudah membentuk dan menjadi Kampung Pancasila. Ini menguatkan silaturahim, menjaga kampung, dan mempererat kerukunan,” terang dia.
Cak Eri, sapaan akrab Wali Kota Surabaya, juga menilai kesadaran warga dalam menjaga keamanan semakin meningkat. Dia mencontohkan keberadaan pos-pos swakarsa yang didirikan masyarakat sebagai upaya menjaga lingkungan masing-masing.
“Warga sekarang sudah berani menjaga di jalan-jalan. Jika ada siapapun yang membuat kericuhan, pasti akan dihadapi. Wong Surabaya ini sudah mulai bangun dan dihadapi,” tutupnya. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










