
SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Sumenep memperingati hari Sumpah Pemuda dengan menggelar diskusi partisipatif “Di Persimpangan Sejarah Kaum Muda untuk Masa Depan Peradaban”, Senin (28/10/2019).
Dihadiri oleh beberapa perwakilan organisasi kepemudaan, diskusi partisipatif tersebut menyorot posisi dan peran pemuda.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Abrari mengatakan banyak nilai lokal yang ditinggalkan oleh pemuda. Dari beberapa hasil penelitian, para generasi muda terjebak pada hal-hal galau.
“Hampir 97 persen kaum muda sudah akrab dengan yang berbau pornografi. Saya kira ini satu kondisi yang mengkhawatirkan,” terang Abrari.
Alumni UIN Sunan Kalijaga Jogja ini menambahkan, kaum muda seharusnya berefleksi, lalu berbuat untuk bersama-sama memajukan Indonesia.
“Kita tidak bisa bergantung atau hanya menyalahkan pemerintah. Pemuda harus mengambil inisiatif untuk memunculkan ide-ide kreatif dan produktif. Kaum muda harus memainkan peran-peran strategis di desanya masing-masing,” terang Abrari.

Sementara Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPC PDI Perjuangan Sumenep Darul Hasyim Fath menandaskan, pihaknya akan terus mendorong ruang-ruang diskusi mahasiswa dan pemuda.
“Mahasiswa dan pemuda harus kembali jalurnya, sebagai garda depan perubahan. Mereka harus bisa memahami, tantangan kita di era digital ini begitu komplek,” jelas Darul.
Ketua komisi I DPRD Sumenep ini berharap, mahasiswa dan pemuda sadar akan posisi dan perannya di tengah masyarakat. Mengutip kata-kata Bung Karno, Darul meyakini, sepuluh pemuda dapat melakukan perubahan.
“Kata Bung Karno, beri aku sepuluh pemuda, akan kuguncangkan dunia. Dan sejarah membuktikan itu. Setiap fase perubahan, dari satu rezim ke rezim berikutnya, selalu ditandai peran aktif para mahasiswa dan pemuda,” pungkas Darul. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









