oleh

Peringatan HSN, Basarah Apresiasi Santri dalam Jihad Gaya Baru Melawan Covid

-Kronik-178 kali dibaca

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah memuji serta memberikan apresiasi atas peran serta para kyai dan santri dalam jihad membantu ikhtiar pemerintah melawan Covid-19. Menurutnya, peran pesantren dalam penanganan Covid-19 tidak dapat dipandang sebelah mata.

Pesantren, jelas Basarah, membuka diri dan menjadi pusat pelaksanaan vaksinasi sembari menjadi pusat informasi untuk melawan hoax yang bertentangan dengan prioritas pemerintahan Joko Widodo – Maruf Amin dalam menanggulangi Covid-19.

Ketua DPP PDI Perjuangan ini menyebutkan, tindakan nyata pondok pesantren melalui peran kyai dan santri dalam mendukung program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah itu sebagai jihad gaya baru.

“Mereka berjuang dengan ikhlas memerdekakan masyarakat dari belenggu pandemi agar bisa melakukan aktivitas keagamaan seperti semula, mulai dari shalat berjamaah secara normal, menghadiri acara keagamaan, hingga umrah dan haji,” kata Ahmad Basarah di Jakarta, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/10/2021).

Momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021, lanjut Basarah, mulai diperingati setiap tanggal 22 Oktober 2015, setelah ditetapkan oleh Presiden Jokowi di Masjid Istiqlal Jakarta.

Penetapan Hari Santri, merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan negara atas peran para kyai dan santri dalam fatwa resolusi jihad Fii Sabililah yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

KH Hasyim, seorang kyai Nahdlatul Ulama, yang saat itu mendeklarasikan kewajiban bagi setiap umat Muslim dan Muslimat membela negara dari gempuran tentara Belanda dan sekutu berlandaskan atas dasar keimanan pada Allah dan cinta tanah air.

“Tema Hari Santri tahun ini adalah Santri Siaga Jiwa Raga. Tema ini saya nilai tepat untuk kondisi sekarang. Para santri berarti harus siaga jiwa dan raga untuk terus melanjutkan misi besar resolusi jihad yang disampaikan KH Hasyim Asy’ari dalam situasi kekinian,” jelasnya.

Legislator dari Dapil Malang Raya tersebut menerangkan, apabila merujuk pada data Kementerian Agama Republik Indonesia saat ini terdapat lebih dari 27 ribu pondok pesantren dengan 4 juta lebih santri yang saat ini ada di Indonesia.

Maka dalam perayaan Hari Santri Nasional ini, tegas Basarah, menjadi momentum yang tepat untuk mendeklarasikan jihad gaya baru membela negara dari gempuran musuh Covid-19.

“Jika dulu resolusi jihad mengusir penjajah, sekarang mereka berjihad mengusir siluman Covid-19,” tandas Basarah.

Dia juga menyebut, kolaborasi yang telah terjalin, antara kaum santri bersama TNI-Polri juga harus dapat dilanjutkan dan diperkuat dalam rangka menghadapi musuh nasional.

Menurutnya, apabila pada era KH. Hasyim Asy’ari, para santri dan kyai berjuang bersama tentara mengusir penjajah. Saat ini adalah momentum para santri dan TNI-POLRI melawan pandemi Covid-19 melaksanakan vaksinasi.

“Jika kerja sama TNI, Polri, kaum nasionalis, dan kelompok Islam sebagai mayoritas bangsa terus berlangsung seperti ini, saya optimis NKRI aman dari setiap ancaman fisik maupun ideologi,” ucapnya.

“Sejarah membuktikan, kekuatan kultural bersatunya umat Islam, golongan nasionalis dan TNI/Polri ini mampu menjaga eksistensi Negara Pancasila dan NKRI selamanya” tutup Basarah. (ace/pr)