BLITAR – Ketua DPP PDI Perjuangan Sri Rahayu mengapresiasi kinerja DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar yang telah berhasil merampungkan agenda perekrutan saksi yang akan ditugaskan pada Pemilu 2024 mendatang.
Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu, selesainya rekrutment saksi yang telah dikerjakan oleh DPC PDI Perjuangan Blitar tersebut merupakan satu langkah luar biasa.
“Saksi yang nantinya bertugas di setiap TPS (tempat pemungutan suara) memiliki peran yang begitu vital, yakni menjadi kunci dalam proses perhitungan hasil Pemilu,” kata Sri Rahayu saat menghadiri acara makan bubur sumsum di rumah Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Rijanto, di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Sabtu (9/9/2023) malam.
Dia menyampaikan, proses perhitungan hasil pemilu di setiap TPS harus dapat dijaga dengan baik. Oleh karenanya, keberadaan saksi tidak dapat dipandang sebelah mata sebab memiliki tugas yang penting untuk mengawal perolehan suara PDI Perjuangan.
Nantinya, saksi yang bertugas di masing-masing TPS akan mengawasi hasil suara yang diperoleh PDI Perjuangan, baik untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres).

Kemudian agar saksi bisa dipastikan mampu bekerja optimal, sambung Sri, ada beberapa kriteria yang disyaratkan dalam perekrutan tersebut
“Saksi ini benar-benar dicarikan yang pertama adalah harus melek teknologi, kemudian kedua tidak boleh berusia di atas 45 tahun, karena dengan pekerjaan yang berat memerlukan fisik yang baik,” bebernya.
Dia juga menekankan, kepada seluruh saksi yang sudah direkrut DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar harus bisa menaati peraturan dan instruksi yang diberikan partai.
Itu karena, mereka yang telah terpilih menjadi saksi berarti juga telah mendapatkan mandat dan kepercayaan yang harus dijaga sebagai bentuk tanggung jawab terhadap partai.
Sementara itu, Ketua DPC Rijanto mengucapkan rasa syukur sekaligus terima kasihnya kepada seluruh jajaran struktur PDI Perjuangan mulai dari DPC, Fraksi, PAC, PR dan PAR hingga BSPN yang telah bergerak bersama.
Rijanto mengatakan, tanpa adanya gotong royong yang baik dari seluruh jajaran struktur PDI Perjuangan Kabupaten Blitar maka mustahil mampu menyelesaikan agenda perekrutan saksi tersebut.

Dia menyebut, ada sebanyak 7.072 orang yang nantinya akan ditugaskan menyebar ke seluruh titik TPS di Kabupaten Blitar. Untuk jumlah TPS sendiri total sebanyak 3.536 titik, masing-masing TPS akan dijaga dua saksi PDI Perjuangan.
“Alhamdulillah, sudah 99,50 persen kuota kebutuhan saksi di Kabupaten Blitar selesai kami kerjakan. Hanya kurang satu desa saja yang belum penuh dan sampai saat ini masih terus berjalan proses rekrutment,” terang mantan Bupati Blitar ini.
Setelah beberapa hari bekerja keras dan lembur, dia bersama seluruh kader yang bertugas mengadakan acara syukuran kecil-kecilan dengan memakan bubur sumsum.
Meski sederhana, menurut Rijanto, acara semacam itu dapat mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kekompakan bersama. Hal itu terlihat dari nuansa keakraban dan kegotongroyongan yang nampak dari seluruh kader saat memakan bubur sumsum bersama.
“Bagi kami masyarakat Jawa, bubur dipercaya berfungsi memulihkan sel setelah kelelahan melakukan pekerjaan besar. Misalnya ya seperti hajat perekrutan saksi yang belakangan hari dilakukan oleh teman- teman BSPN dari pagi hingga ketemu pagi di kantor DPC. Semoga bubur sumsum yang disiapkan ini dapat dinikmati semua orang yang ikut berbahagia tanpa kecuali,” ujarnya. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










