Rabu
21 Oktober 2026 | 6 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Perajin Magetan Hadiahi Jokowi 4 Caping

Jokowi-perajin caping
Jokowi saat mengunjungi sentra industri caping di Magetan

Jokowi-perajin capingKELOMPOK perajin di Magetan memberikan hadiah berupa empat buah caping (topi petani) kepada Joko Widodo, Senin (31/3/2014). Kader PDI Perjuangan yang juga Gubernur DKI Jakarta ini berkeinginan agar produk-produk karya anak negeri semakin banyak yang diekspor.

Desa Ringin Agung Kecamatan/kabupaten Magetan mendadak riuh menyusul kedatangan Jokowi di kampung tersebut selepas duhur. Warga yang menyambut Jokowi didominasi kaum ibu-ibu. Mereka berderet di sepanjang gang menuju salah satu rumah industri anyamana bambu yang menjadi tempat tujuan Jokowi.

Usai bersalaman dan foto bersama dengan warga, Jokowi menuju rumah industri milik Warno, seorang warga. Di tempat ini Jokowi melihat rangkaian proses produksi rupa-rupa kerajinan anyaman bambu mulai dari caping, keranjang buah, keranjang koran, dan lainnya. Jokowi berdialog dengan para pekerja di bagian belah, rangka, hingga bagian anyam.

“Masya Allah.. Pak Jokowi betulan. Saya ajari menganyam ya, Pak,” kata seorang perempuan. “Sudah nggak usah. Saya melihat saja dari pada keliru,” jawab Jokowi.

Mengantar pulang Jokowi, warga memberikan hadiah empat buah caping. “Silakan dipakai pak,” kata seorang warga. “Jangan lupakan kami ya, Pak,” kata warga lainnya kepada calon presiden dari PDI Perjuangan ini.

Ihwal kerajinan anyaman bambu, Jokowi mengatakan jika produksi dalam negeri seperti halnya anyaman bambu kualitasnya terbilang bagus. Namun, usaha rumahan seperti ini mempunyai kelemahan pada sisi marketing. “Karena itu pemerintah harus membantu mempromosikan produk seperti ini,” ujarnya.

Ribuan Pengrajin

Desa Ringin Agung hanya satu dari sekian desa yang menjadi pusat produksi kerajinan anyaman bambu. Pegawai Disperindag Magetan, Ari, kepada www.pdiperjuangan-jatim.com mengatakan ada ribuan perajin tersebar di Kabupaten Magetan. “Perajin anyaman bambu berjumlah 5.248 orang,” urai Ari.

Belakangan waktu, ungkap dia, pemkab mengorganisasikan perajin ke dalam kelompok-kelompok untuk diberikan penguatan modal dan peningkatan keterampilan. Kelompok-kelompok usaha kecil sedianya menjadi cikal bakal koperasi yang akan menaungi usaha bersama. “Kelompok terbentuk sudah ratusan,” jelasnya. (her)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...
KRONIK

Abidin Fikri Salurkan 99 Alat Bantu Disabilitas untuk Warga Bojonegoro dan Tuban

BOJONEGORO – Upaya penanganan masalah kesejahteraan sosial dan pemenuhan hak kelompok disabilitas terus diwujudkan ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Desak Gubernur Perkuat Mitigasi: Jangan Tunggu Air Habis dan Hutan Terbakar

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengevaluasi ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan di SD-SMP Negeri Surabaya Mulai November 2026

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi melarang seluruh SD dan SMP negeri di Kota Surabaya melakukan pungutan dalam ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Soroti Peredaran Minol, Baktiono Dorong Pengawasan Ketat

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong pengawasan lebih ketat terhadap peredaran minuman beralkohol (minol), ...
KRONIK

Sosialisasi Pencegahan Kerusakan Hutan di Banyuwangi, Sonny Soroti Keadilan Penegakan Hukum

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny Tri Danaparamita, menekankan pentingnya penegakan hukum kehutanan yang ...