oleh

Pengurus Koperasi Mega Bhakti Ikuti Pelatihan di Batu

-Berita Terkini, Kronik-11 kali dibaca

pdip-jatim-sri-untari-pidatoBATU – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mulai menggerakkan Koperasi Mega Bhakti yang sempat vakum beberapa tahun. Langkah awalnya, mengirimkan jajaran pengurus koperasi dalam pelatihan di Kota Batu.

Pelatihan perkoperasian dengan mendatangkan pelatih dari LP4 Trisakti itu digelar di Hotel Kamboja, Kota Batu. Pelatihan akan berlangsung dua hari, mulai Jumat (7/10/2016).

“Koperasi ini perlu direvitalisasi, biar ada semangat baru. Para pengurus baru, juga pengawas dan beberapa anggota Koperasi Mega Bhakti, akan mengikuti pelatihan perkoperasian selama dua hari,” kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari, sebelum acara pembukaan pelatihan.

Menurut Untari, dalam mengelola koperasi, tidak hanya membutuhkan waktu dan tenaga yang tinggi. Tapi juga keseriusan dan keikhlasan.

Karena itulah, agar nantinya Koperasi Mega Bhakti bisa berjalan lancar dan berkembang, dibutuhkan pengurus yang memahami pengelolaan, atau me-manage koperasi dengan baik dan benar.

Terkait upaya menghidupkan Koperasi Mega Bhakti, DPD PDIP Jatim menunjuk Badan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) sebagai pengendalinya. “Koperasi Mega Bhakti akan kita fasilitasi di kantor DPD,” ujarnya.

Sesuai AD/ART-nya, ungkap Untari, Koperasi Mega Bhakti bergerak di beberapa bidang usaha. Seperti simpan pinjam, perdagangan, tour and travel, dan percetakan.

“Misalnya nanti saat pemilu, koperasi ini siap menyediakan alat-alat peraga sosialisasi atau pun kampanye. Juga kebutuhan DPD lainnya, biar koperasi yang menyelenggarakan,” tambah Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini.

Koperasi Mega Bhakti, imbuh Untari, juga siap memfasilitasi kalangan usaha kecil menengah (UKM). Mulai penyiapan modal, hingga pemasaran produk UKM tersebut.

“Setelah kita mengadakan pelatihan budidaya lobster air tawar beberapa waktu lalu, Koperasi Mega Bhakti nanti juga siap mengusahakan modalnya. Saat panen pun, kita akan tampung untuk kemudian dipasarkan,” papar politisi yang juga Ketua Kopwan Setia Budi Wanita (SBW) Malang. (goek)