Kamis
22 Oktober 2026 | 8 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pengamat: Loyalitas Jadi Penentu Dipilihnya Ganjar Pranowo Sebagai Capres

pdip-jatim-230422-ganjar-2

SURABAYA – Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman menilai ujian komitmen, loyalitas dan arah ideologi Ganjar Pranowo kepada partai politik menjadi penentu dipilihnya sebagai kandidat calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan.

“Di sini Ganjar agaknya dipandang memenuhi ujian tersebut,” kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya kepada media di Surabaya, kemarin.

Dosen Departemen Politik FISIP Unair itu mengatakan pada akhirnya momen yang ditunggu-tunggu tiba, PDI Perjuangan melalui keputusan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menyatakan mengusung kadernya Ganjar Pranowo sebagai kandidat Presiden untuk Pilpres 2024.

Terkait dengan keputusan tersebut sebelumnya sempat ditandai oleh berbagai dinamika politik, ketika Megawati tidak segera mengumumkan kandidat presiden dari PDI Perjuangan dengan segera.

Berbagai opini menganggap bahwa hal tersebut memperlihatkan Megawati telah berpaling dari Ganjar Pranowo. Namun demikian pilihan Ketua Umum PDI Perjuangan kepada kader partainya Ganjar Pranowo sepertinya berdasarkan atas beberapa alasan.

Pertama, dalam pertimbangan dari Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pilihan atas kandidat Presiden tidak sekadar mempertimbangkan pada elektabilitas namun lebih dari itu ada ujian lagi yakni komitmen terhadap arahan partai politik dan loyalitas ideologis sebagai kriteria utama dalam memilih kandidat presiden oleh PDI Perjuangan.

Seperti dalam perkembangan berbagai survei kurang lebih satu tahun belakangan ini terkait pilpres 2024 Ganjar Pranowo berada pada posisi tiga teratas dan bahkan dalam beberapa waktu berada pada posisi dengan elektabilitas tertinggi.

“Hal itu menjadi catatan, namun bukan menjadi kriteria paling utama bagi Megawati Soekarnoputri dalam memilih capres,” ujarnya.

Ujian komitmen dan loyalitas kepada partai politik dan arah ideologi yang menjadi penentu siapa yang akan dipilih menjadi kandidat capres. Disini Ganjar agaknya dipandang memenuhi ujian tersebut.

Saat PDI Perjuangan tidak mengumumkan kandidat presidennya, Ganjar Pranowo terlihat mampu menahan diri untuk tidak segera merapatkan diri pada partai-partai lain yang hendak “melamar” dirinya atau menguatkan sinyal dari partai lain untuk mengusung dirinya sebagai capres, sebelum ada keputusan.

Baca juga: Sah, Megawati Tunjuk Ganjar Pranowo Capres 2024

“Kemampuan untuk menahan diri dan pernyataan untuk mengikuti arahan PDI Perjuangan melalui keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri merupakan tanda dari kemampuan Ganjar untuk menjawab ujian politik terhadap dirinya,” ucapnya.

Kedua, pilihan terhadap Ganjar Pranowo sebagai kader partai yang terbukti berhasil menjawab ujian loyalitas dan ideologi PDI Perjuangan maupun realitas elektabilitas dari Ganjar Pranowo yang tinggi dalam berbagai survei memberikan kontribusi penting bagi pemanasan mesin-mesin PDI Perjuangan baik dalam pemilu legislatif maupun pemilu eksekutif 2024.

Sehingga PDI Perjuangan akan mampu membangun strategi politik elektoral yang koheren dalam proses pemenangan di dua kancah kompetisi politik elektoral tersebut.

Ketiga, figur Ganjar Pranowo yang identik sebagai figur politisi yang merakyat, diharapkan mampu membangun solidarity maker yang merekatkan solidaritas bersama baik dari kalangan pendukungnya yang beragam maupun dalam ranah yang lebih luas dalam konteks kebangsaan berhadapan dengan polarisasi politik maupun antagonisme politik identitas.

Keempat, Pilihan terhadap Ganjar Pranowo yang memiliki jejak mirip dengan Presiden Joko Widodo yaitu sama-sama sebagai kader partai dan karir mereka berangkat dari kepala daerah sebelum masuk dalam kancah kepemimpinan Presiden serta dianggap memiliki pandangan dan visi yang sejalan, membuat PDI Perjuangan dengan keputusan Megawati merasa pilihan terhadap Ganjar Pranowo sebagai pilihan politik yang tepat untuk merawat kesinambungan pembangunan di era Presiden Jokowi.

Kelima, hal yang menarik adalah pada akhir pernyataannya Megawati memberikan kopiah sebagai simbol nasionalis-religius dari identitas Indonesia.

Sepertinya sinyal ini menunjukkan orientasi politik dari PDI Perjuangan dalam pilpres 2024, mengarah pada komposisi nasionalis-religius, sehingga selain dapat menjangkau dukungan politik yang meluas dan beragam, juga orientasi politik inklusif ini dapat merajut kebersamaan melampaui polarisasi politik sekarang. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sony Serahkan Bantuan Alsintan pada 23 Kelompok Tani, Tegaskan Gratis

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyalurkan bantuan 26 unit alat dan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Gelar Cak dan Ning Surabaya Bisa Dicabut

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan gelar Cak dan Ning Surabaya dapat dicabut apabila pemegangnya ...
KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...