SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak khawatir dengan fenomena kenaikan pangan yang biasa terjadi menjelang Ramadan.
Risma menyebutkan, hingga saat ini harga kebutuhan pokok masih stabil. Bahkan harga daging masih di bawah seratus ribu.
Kestabilan harga ini, jelas Risma, tidak luput karena operasi pasar murah yang terus dilakukan Pemkot Surabaya beberapa bulan terakhir.
“Sejak harga cabai mahal itu, kita rajin gelar operasi pasar jadi harga-harga stabil,” kata Risma, kemarin.
Dia mengatakan, operasi pasar akan terus dilakukan untuk menjaga kestabilan harga. Selain itu, Pemkot Surabaya juga tengah menyiapkan bazar ramadan.
Sesuai rencana, even tahunan ini bakal dipusatkan di Masjid Al-Akbar Surabaya.
Oleh karena itu, dalam menghadapi bulan puasa dan Lebaran, Risma meminta warga Surabaya tidak panik.
Sebab, upaya yang dilakukan tersebut diyakini bakal membuat harga bahan pokok di Surabaya tetap stabil.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Surabaya sendiri sudah mengoptimalkan operasi pasar di sejumlah wilayah di Kota Pahlawan menjelang puasa ini.
Kasi Perdagangan Disperindag Kota Surabaya, Soeltoni mengatakan pihaknya menggelar operasi pasar tiap hari di dua wilayah yang berbeda.
“Operasi pasar ini guna menstabilkan harga sembako menjelang Ramadan,” kata Soeltoni.
Menurut dia, tiap operasi pasar, pihaknya tidak hanya menjual bawang putih, namun juga bawang merah dengan jumlah sekitar 50 kilogram. Untuk lokasinya yang menentukan Bagian Distribusi Disperindag Surabaya.
Dia mengaku harga bawang putih yang dijual dalam operasi pasar jauh di bawah dari harga pasaran saat ini. Harga bawang putih dalam operasi pasar sekitar Rp 40 ribu perkilogram, namun di pasaran bisa mencapai Rp 60.000 perkilogram.
Operasi pasar bahan kebutuhan pokok, imbuhnya, dilaksanakan sejak Februari September 2017. “Kami akan melakukan evaluasi sejauh mana efektifitas pelaksanaannya,” ujar Soeltoni. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









