Kamis
24 September 2026 | 6 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Pastikan Tambah Nakes di 2026, Fokus Tenaga Dokter Puskesmas

pdip-jatim-251227-ec

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memastikan penambahan tenaga kesehatan (nakes) akan terus dilakukan pada tahun 2026 guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Penambahan tersebut tidak hanya melalui jalur pegawai negeri, tapi juga lewat mekanisme kontrak.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kebijakan ini dimungkinkan karena aturan memperbolehkan pemerintah daerah merekrut tenaga kesehatan non-ASN. Hal itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan nakes di fasilitas kesehatan dapat terpenuhi.

“Kalau penambahan nakes sudah dilakukan dan kita juga tidak hanya menunggu pembukaan pegawai negeri, tapi kita membuka untuk kontrak, karena kita diperbolehkan untuk tenaga kesehatan,” ungkap Eri Cahyadi, Jumat (2/1/2026).

Dia menjelaskan, rencana menambah tenaga kesehatan itu untuk seluruh rumah sakit milik daerah, sekaligus memaksimalkan program satu RW satu nakes.

Eri mengakui jumlah kebutuhan nakes masih dalam tahap pendataan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada perawat atau bidan, melainkan pada ketersediaan dokter.

“Untuk jumlah ini masih didata oleh teman-teman Dinas Kesehatan kebutuhannya berapa, tapi tidak mudah untuk cari dokter,” ungkapnya.

Nantinya kebutuhan dokter akan diperbanyak dan ditempatkan di masing-masing Puskesmas maupun rumah sakit. Namun, Eri menilai sistem kerja dokter menjadi tantangan tersendiri karena banyak dokter yang tidak terikat di satu tempat praktik.

Eri Cahyadi juga mendorong masyarakat berani menyampaikan penilaian terhadap pelayanan publik, khususnya di Puskesmas. Hal itu sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Surabaya.

Menurutnya, di setiap Puskesmas telah disediakan sarana penilaian pelayanan, mulai dari keterangan puas, kurang puas, hingga tidak puas. Fasilitas tersebut disiapkan agar warga dapat menyampaikan penilaian secara terbuka dan jujur.

“Jadi kita selalu menyampaikan di setiap Puskesmas itu ada tulisan, ada alat untuk menyampaikan puas, tidak puas, dan kurang puas,” ujar dia.

Menurutnya, masukan dari masyarakat sangat penting sebagai dasar evaluasi pelayanan publik. Warga diminta tidak ragu menyampaikan keluhan apabila pelayanan yang diterima dirasa kurang baik, sekaligus menyampaikan apresiasi jika pelayanan sudah berjalan dengan baik.

Eri menambahkan, tanpa adanya laporan atau masukan dari masyarakat, pemerintah akan kesulitan melakukan perbaikan. Bahkan, dia minta warga berani menuliskan kritik secara jelas agar dapat ditindaklanjuti.

Dia berharap partisipasi aktif masyarakat dapat menjadi budaya dalam memperbaiki pelayanan publik di berbagai bidang. Menurut Eri, keberanian menyampaikan penilaian adalah kunci untuk mewujudkan pelayanan yang semakin baik di Kota Surabaya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

PDI Perjuangan Trenggalek Rutin Droping Air Bersih ke Pelosok, Sasar Warga yang Kesulitan Air

TRENGGALEK — Memasuki puncak musim kemarau, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek terus menggencarkan bantuan air ...
KRONIK

Turun Langsung ke Rubaru, Ketua TP PKK Sumenep Tekankan Pencegahan Stunting

SUMENEP – Upaya percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kabupaten Sumenep terus digencarkan melalui ...
KRONIK

Pimpin Rakor Stunting, Bupati Lukman: Data Harus Selaras dengan Kondisi Faktual Lapangan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan data yang ...
KRONIK

Pasar Banyuwangi mulai Diserahterimakan, Bupati Ipuk Turun Tangan Dengar Keluhan Pedagang

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengecek penyerahterimaan lapak untuk pedagang di Pasar ...
BERITA TERKINI

Sri Untari Dorong Lintas Sektor Cegah Kenakalan Remaja, Guru BK Disiapkan Wadah Aman

MALANG — Pencegahan kenakalan remaja dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Anggota Komisi E DPRD Jawa ...
BERITA TERKINI

557.868 Ton Pupuk Bersubsidi Belum Tersalur, Renny Dorong Pengawasan dengan Lima Ukuran

SURABAYA — Sebanyak 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi dari total alokasi 2.115.951 ton di Jawa Timur ...