Minggu
19 Juli 2026 | 9 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Diminta Desain Ulang Sentra PKL Mangkrak

pdip-jatim-Baktiono-Sby

pdip-jatim-Baktiono-SbySURABAYA – Sejumlah sentra pedagang kaki lima (PKL) yang dibangun Pemkot Surabaya saat ini kondisinya sepi, bahkan cenderung mati. Kondisi inilah yang mengundang keprihatinan anggota dewan.

Legislator di Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, menilai pembangunan sentra PKL tidak melalui kajian matang, terutama studi kelayakan. “Kalau ada studi kelayakan dan kajian matang, sentra PKL sepi mestinya tidak sampai terjadi,” tandas Baktiono, kemarin.

Sentra PKL yang sepi pengunjung, di antarannya sentra PKL Urip Sumoharjo, Kebonsari, dan Keputih. Oleh karena hampir setiap hari sepi, banyak di antara pedagang merasa bosan dan memilih menutup dagangannya.

Baktiono menambahkan, sebelum dibangun, harusnya ada survei dulu, baik kepada calon pedagang maupun pembeli. Misalnya, apakah lokasinya sesuai atau tidak serta jenis dagangan apa yang dikehendaki.

Hasil survei itu dijadikan landasan untuk membangun sentra PKL. “Bukan asal membangun saja,” ujar pria yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Kelemahan lain, lanjut Baktiono adalah tidak ada aturan jelas untuk para pedagang di sentra PKL itu. Sebab faktanya, hampir mayoritas penghuni sentra PKL adalah para pedagang dadakan.

Artinya, mereka bukanlah pedagang lama yang sudah punya cukup banyak pengalaman. Mestinya, lanjut Baktiono, pedagang yang masuk diseleksi, apakah mereka sebelumnya pernah berdagang atau tidak.

“Jangan dibiarkan seperti sekarang ini. Hanya gara-gara mereka punya akses, lantas diperbolehkan buka lapak. Mereka belum teruji sehingga begitu ada masalah, sering kali mereka gagap dan putus asa. Imbasnya, lapak ditinggal begitu saja,” terang wakil rakyat empat periode tersebut.

Dia menyebutkan, penanganan salah seperti ini bukan hanya terjadi pada sentra PKL tetapi juga sejumlah pasar tradisional. Ada banyak pasar yang dibangun Pemkot Surabaya, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Pasar menjadi sepi dan berangsur- angsur mati.

“Pasar Tunjungan adalah salah satunya. Sampai hari ini tidak ada aktivitas di sana. Ini kan aneh, padahal lokasinya cukup strategis. Ada lagi pasar Jambangan dan Kapas Krampung,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia mendesak Pemkot Surabaya mendesain ulang sentra PKL serta pasar-pasar mangkrak. Tujuannya, pasar dan sentra PKL itu kembali hidup dan tujuan Pemkot Surabaya untuk mendongkrak perekonomian terpenuhi.

“Kalau memang tidak mampu, serahkan saja kepada investor. Selain tidak ribet, Pemkot Surabaya juga tidak perlu mengeluarkan biaya,” saran Baktiono. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Pemkab Kedepankan Pembinaan Pelaku Usaha Mikro Ketimbang Sanksi

Anggota DPRD Jember Suharto meminta Pemkab Jember mengedepankan pembinaan kepada pelaku usaha mikro dibanding ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Hilirisasi Kopi, Petani Harus Nikmati Nilai Tambah Ekonomi

Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti mendorong hilirisasi kopi di Blitar. Petani dan generasi muda diminta ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang: Koperasi Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menegaskan penguatan koperasi harus menjadi agenda bersama untuk memperkokoh ...
KABAR CABANG

Menumbuhkan Spirit Gotong Royong Melalui Turnamen Voli Piala Kades Sumbersuko, Lumajang

LUMAJANG – Lapangan Voli Brajamusti di Desa Sumbersuko, Lumajang, menjadi saksi riuh rendahnya ratusan warga yang ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Car Free Day Surabaya Harus Bebas Pungli

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kawasan Car Free Day harus bebas dari pungutan liar. Pemkot menggandeng ...
KRONIK

Rano Karno: Si Doel, Kudatuli, dan Utang Demokrasi yang Tak Boleh Dilupakan

Dalam peringatan 30 tahun Kudatuli, Rano Karno menyebut perjalanan politiknya tak lepas dari perjuangan para korban ...