Sabtu
05 September 2026 | 5 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Diminta Desain Ulang Sentra PKL Mangkrak

pdip-jatim-Baktiono-Sby

pdip-jatim-Baktiono-SbySURABAYA – Sejumlah sentra pedagang kaki lima (PKL) yang dibangun Pemkot Surabaya saat ini kondisinya sepi, bahkan cenderung mati. Kondisi inilah yang mengundang keprihatinan anggota dewan.

Legislator di Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, menilai pembangunan sentra PKL tidak melalui kajian matang, terutama studi kelayakan. “Kalau ada studi kelayakan dan kajian matang, sentra PKL sepi mestinya tidak sampai terjadi,” tandas Baktiono, kemarin.

Sentra PKL yang sepi pengunjung, di antarannya sentra PKL Urip Sumoharjo, Kebonsari, dan Keputih. Oleh karena hampir setiap hari sepi, banyak di antara pedagang merasa bosan dan memilih menutup dagangannya.

Baktiono menambahkan, sebelum dibangun, harusnya ada survei dulu, baik kepada calon pedagang maupun pembeli. Misalnya, apakah lokasinya sesuai atau tidak serta jenis dagangan apa yang dikehendaki.

Hasil survei itu dijadikan landasan untuk membangun sentra PKL. “Bukan asal membangun saja,” ujar pria yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Kelemahan lain, lanjut Baktiono adalah tidak ada aturan jelas untuk para pedagang di sentra PKL itu. Sebab faktanya, hampir mayoritas penghuni sentra PKL adalah para pedagang dadakan.

Artinya, mereka bukanlah pedagang lama yang sudah punya cukup banyak pengalaman. Mestinya, lanjut Baktiono, pedagang yang masuk diseleksi, apakah mereka sebelumnya pernah berdagang atau tidak.

“Jangan dibiarkan seperti sekarang ini. Hanya gara-gara mereka punya akses, lantas diperbolehkan buka lapak. Mereka belum teruji sehingga begitu ada masalah, sering kali mereka gagap dan putus asa. Imbasnya, lapak ditinggal begitu saja,” terang wakil rakyat empat periode tersebut.

Dia menyebutkan, penanganan salah seperti ini bukan hanya terjadi pada sentra PKL tetapi juga sejumlah pasar tradisional. Ada banyak pasar yang dibangun Pemkot Surabaya, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Pasar menjadi sepi dan berangsur- angsur mati.

“Pasar Tunjungan adalah salah satunya. Sampai hari ini tidak ada aktivitas di sana. Ini kan aneh, padahal lokasinya cukup strategis. Ada lagi pasar Jambangan dan Kapas Krampung,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia mendesak Pemkot Surabaya mendesain ulang sentra PKL serta pasar-pasar mangkrak. Tujuannya, pasar dan sentra PKL itu kembali hidup dan tujuan Pemkot Surabaya untuk mendongkrak perekonomian terpenuhi.

“Kalau memang tidak mampu, serahkan saja kepada investor. Selain tidak ribet, Pemkot Surabaya juga tidak perlu mengeluarkan biaya,” saran Baktiono. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...