Kamis
24 September 2026 | 6 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Antisipasi Potensi Meningkatnya Kasus Super Flu Usai Libur Nataru

pdip jatim 260104 ec

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengantisipasi potensi meningkatnya kasus influenza A subclade K atau yang dikenal masyarakat sebagai super flu usai masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku hingga saat ini belum menerima laporan detail terkait jumlah kasus super flu di Kota Pahlawan.

“Saya belum mendapatkan laporan ya,” ujar Eri Cahyadi, Sabtu (3/1/2026).

Meski demikian, Eri mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang merasa kondisi tubuhnya tidak fit setelah menjalani libur panjang Nataru. DIa minta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan guna mencegah potensi penularan penyakit tersebut.

“Kalau liburan ke luar negeri kan ada skrining (saat kembali), suhu badan kelihatan. Tapi untuk yang liburan di dalam negeri, saya berharap kalau merasa badannya tidak enak untuk memeriksakan diri,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya telah menyiapkan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) serta melakukan koordinasi dengan rumah sakit. Hal ini dilakukan agar setiap temuan pasien dengan gejala yang mengarah pada super flu dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan.

Diketahui, istilah super flu bukan merupakan terminologi medis resmi. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan infeksi influenza A H3N2 subclade K, yakni varian virus influenza yang dinilai lebih agresif, mudah menular, dan dapat menimbulkan gejala lebih berat.

Secara ilmiah, virus yang dijuluki super flu ini diidentifikasi sebagai influenza tipe A subvarian H3N2 dengan subclade K. Varian tersebut pertama kali diidentifikasi oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025.

Berdasarkan catatan CDC Amerika Serikat, hingga 20 Desember 2025 tercatat sedikitnya 7,5 juta orang terinfeksi influenza. Dari jumlah tersebut, sekitar 81.000 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lebih dari 3.100 orang dilaporkan meninggal dunia. (gio/pr)

 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Turun Langsung ke Rubaru, Ketua TP PKK Sumenep Tekankan Pencegahan Stunting

SUMENEP – Upaya percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kabupaten Sumenep terus digencarkan melalui ...
KRONIK

Pimpin Rakor Stunting, Bupati Lukman: Data Harus Selaras dengan Kondisi Faktual Lapangan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan data yang ...
KRONIK

Pasar Banyuwangi mulai Diserahterimakan, Bupati Ipuk Turun Tangan Dengar Keluhan Pedagang

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengecek penyerahterimaan lapak untuk pedagang di Pasar ...
BERITA TERKINI

Sri Untari Dorong Lintas Sektor Cegah Kenakalan Remaja, Guru BK Disiapkan Wadah Aman

MALANG — Pencegahan kenakalan remaja dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Anggota Komisi E DPRD Jawa ...
BERITA TERKINI

557.868 Ton Pupuk Bersubsidi Belum Tersalur, Renny Dorong Pengawasan dengan Lima Ukuran

SURABAYA — Sebanyak 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi dari total alokasi 2.115.951 ton di Jawa Timur ...
LEGISLATIF

Eddy Paripurna Desak Bongkar Aktor di Balik Peredaran 1.048 Ton Udang Impor

SURABAYA — Peredaran 1.048 ton udang impor yang diduga tidak sesuai peruntukan di sejumlah wilayah Jawa Timur ...