Selasa
11 Agustus 2026 | 12 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Gelontorkan Rp 576 M, Awi Minta RT-RW Optimalkan Anggaran Kelurahan

pdip-jatim-awi-sutar

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono minta pengurus Rukun Tetangga dan Rukun Warga di Kota Pahlawan mengoptimalkan anggaran kelurahan. Yakni dengan memanfaatkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan untuk usul pembangunan.

Dia menyebut, plot anggaran kelurahan harus melalui rembuk pengurus kampung dan lurah, dalam forum Musrenbang Kelurahan. “Maka, saran saya, manfaatkan forum Musrenbang untuk usul pembangunan yang menjadi aspirasi warga,” kata Adi Sutarwijono, Selasa (31/12/2019).

Politisi PDI Perjuangan yang kerap disapa Awi ini mengatakan, pada tahun 2020 sudah digelontorkan anggaran kelurahan se-Surabaya sebesar Rp 576 miliar. Nilai tersebut merupakan 5 persen dari APBD 2020 Kota Surabaya sebesar Rp10,3 triliun.

Anggaran itu, lanjut Awi, dibagi 154 kelurahan, sehingga diproyeksikan per kelurahan rata-rata Rp3,5 miliar sampai Rp4 miliar. Jika anggaran itu dibagi jumlah RW, maka per RW kebagian pagu anggaran Rp300 juta sampai Rp400 juta.

Dia juga mengingatkan bahwa pada tahun 2020, honor Ketua RT, Ketua RW dan Ketua LPMK di Kota Surabaya bakal naik Rp 100 ribu sebulan. Untuk honor Ketua RT Rp 500 ribu sebulan, Ketua RW Rp 600 ribu dan Ketua LPMK Rp 700 ribu.

“Itu sudah disepakati DPRD bersama Wali Kota Bu Risma dalam pengesahan APBD Surabaya 2020 pada 10 November 2019,” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini.

Awi juga berharap pengurus RT, RW, dan LPMK bisa terampil memimpin kampung dan sabar dalam mendampingi apa pun persoalan warga.

Hal Itu dia sampaikan dalam acara pisah-sambut Ketua RW 02 Kelurahan Kedungbaruk, Kecamatan Rungkut, Senin (30/12/2019) malam.

“Yang sabar ngemong warga. Bekerja dengan baik dan benar saja, masih ada yang maido (mencela karena tidak percaya). Apalagi kalau salah. Jadi, yang sabar,” tuturnya.

Dia pun mengutip ajaran kepemimpinan tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantoro yakni “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo bangun karso, tut wuri handayani”.

“Di depan, bisa menjadi teladan. Di tengah-tengah bisa membangun kehendak bersama, semangat bersama dan di belakang, bisa rendah hati mengikuti kehendak warga,” paparnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...
KRONIK

Apresiasi Kegiatan Rejotangan Fun Trail Run, Erma Susanti: Pengungkit Wisata Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengapresiasi dan mendukung ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Bidik Talenta Muda Menuju Timnas dan Level Internasional

Soekarno Cup 2026 menjadi panggung talenta muda dari 16 provinsi yang diproyeksikan menjadi cikal bakal pemain ...