NGAWI – Pemkab Ngawi memastikan akan menjemput para pekerja migran yang saat ini telah berada di Surabaya. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko saat menggelar rapat koordinasi penjemputan pekerja migran, Jumat (30/4/21).
“Mulai besok harus sudah ada penjemputan PMI sebanyak 6 orang,” kata Dwi Rianto Jatmiko.
Mas Antok, panggilan Wakil Bupati Ngawi ini menjelaskan, pekerja migran yang akan dijemput besok telah dilakukan tes PCR ulang sesampainya di Indonesia.
Pekerja migran asal Kabupaten Ngawi tersebut saat ini sedang menjalani isolasi selama dua hari pasca kepulangannya di Indonesia.
“Pekerja migran asal Ngawi telah menjalankan protokol kesehatan yang disyaratkan, tes PCR ulang dan isolasi selama 2 hari di provinsi dan besok sudah selesai,” ujar Mas Antok yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi ini.

Sesampainya di Kabupaten Ngawi, pekerja migran akan dilakukan karantina kembali selama tiga hari. Untuk lokasi karantina, dijelaskan Mas Antok, berada di Gedung Agro Techno Park (ATP) Ngrambe.
Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Ngawi selama dua periode ini menyatakan kepulangan pekerja migran tidak bisa ditolak.
Menurut Mas Antok, kepulangan pekerja migran di Ngawi bisa jadi karena memang kontrak kerja pekerja migran tersebut telah habis.
“Kehadiran pekerja migran tidak bisa ditolak, bisa jadi kontrak kerja sudah habis. Yang bisa dilakukan adalah bagaimana menangani kehadiran pekerja migran dengan protokol kesehatan,” jelas Mas Antok.
Lebih lanjut, Mas Antok menjelaskan terkait kepulangan pekerja migran, Pemkab Ngawi terlebih dahulu akan memastikan kepulangan pekerja migran di Kabupaten Ngawi harus dipastikan bebas dari covid.
“Yang pertama, harus dipastikan sehat bebas dari virus covid. Kedua memastikan kehadiran tidak sebagai carier virus di tengah masyarakat,” ungkap Mas Antok.
Diharapkan Mas Antok hal itu bisa membuat masyarakat Kabupaten Ngawi terjaga dari virus covid. “Sehingga masyarakat kita bisa terjaga, terlindungi, dan aman dari virus covid,” tambahnya. (mmf/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










