Selasa
20 Oktober 2026 | 7 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkab Lumajang Perkuat UMKM Kerajinan Gedebok Pisang

Screenshot_20250718_003619_Facebook(1)_copy_648x433
Ilustrasi: Kerajinan berbahan pelepah pisang. Kredit: FB kerajinan gedebog pisang

LUMAJANG – Upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan hasil konkret. Melalui pendekatan berbasis potensi lokal, Pemkab mendorong kelompok-kelompok perajin di desa agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Hal ini terlihat saat Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menyerahkan secara simbolis alat pilin kepada kelompok UMKM di Desa Duren, Kecamatan Klakah, Rabu (16/7/2025). Alat tersebut digunakan untuk mengolah limbah batang pisang menjadi tali serat alami bernilai ekonomi tinggi.

“Kami melihat UMKM kerajinan berbasis batang pisang ini punya potensi besar. Produk mereka bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga unik dan bernilai jual tinggi. Pemerintah hadir untuk memperkuat produktivitas dan kapasitas usahanya,” ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah.

Bantuan alat pilin ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menciptakan standar kualitas yang lebih baik, dan membuka peluang pemasaran ke skala nasional bahkan ekspor. Produk dari Desa Duren sendiri telah menarik perhatian berkat kekuatan narasi lokal dan keunikan bahan bakunya.

Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menambahkan bahwa penguatan UMKM harus disertai inovasi dan keberlanjutan.

“Kami ingin mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. UMKM harus diberi akses terhadap teknologi, pelatihan, dan pasar,” tegasnya.

Program ini menjadi bagian dari kebijakan Pemkab Lumajang yang memprioritaskan pembangunan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan pelaku UMKM, khususnya yang berbasis desa dan memanfaatkan sumber daya lokal.

Pemerintah daerah juga menjalin kolaborasi lintas sektor untuk mendukung rantai nilai UMKM, mulai dari penyediaan alat, pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, hingga pembukaan akses ke permodalan.

Dengan potensi serat batang pisang yang melimpah, kelompok UMKM Desa Duren dinilai dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Produk tali serat ini dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kerajinan seperti tas, tikar, atau dekorasi rumah yang bernilai tambah tinggi.

Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap tahapan pertumbuhan UMKM, agar para pelaku usaha kecil tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan menjadi kekuatan ekonomi baru di daerah. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...